Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belum Capai Kuorum, Global Mediacom (BMTR) Gelar RUPSI Lagi Juli 2020

Rapat umum pemegang sukuk ijarah pertama tidak memenuhi kuorum karena hanya dihadiri oleh pihak yang mewakili Rp96,50 miliar atau 38,60 persen dari jumlah terhutang senilai Rp250 miliar.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  11:58 WIB
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) berbincang dengan Direktur PT Global Mediacom Tbk Syafril Nasution (dari kiri), Direktur PT MNC Land Tbk Erwin Richard Andersen, Direktur Utama PT MNC Investama Tbk Darma Putra, dan Direktur PT MNC Investama Tbk Tien, sebelum paparan publik MNC Group, di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (tengah) berbincang dengan Direktur PT Global Mediacom Tbk Syafril Nasution (dari kiri), Direktur PT MNC Land Tbk Erwin Richard Andersen, Direktur Utama PT MNC Investama Tbk Darma Putra, dan Direktur PT MNC Investama Tbk Tien, sebelum paparan publik MNC Group, di Jakarta, Selasa (25/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com,JAKARTA — PT Global Mediacom Tbk. akan menggelar kembali rapat umum pemegang sukuk ijarah untuk meminta persetujuan perubahan jenis benda jaminan.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Selasa (23/6/2020), emiten berkode saham BMTR itu melaporkan telah menggelar rapat umum pemegang sukuk ijarah (RUPSI) pertama pada 18 Juni 2020. Agenda itu dihadiri oleh para pemegang Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Global Mediacom Tahap I Tahun 2017 atau kuasanya.

Jumlah pemegang sukuk ijarah atau kuasanya yang hadir seluruhnya mewakili Rp96,50 miliar atau 38,60 persen dari jumlah yang masih terhutang seluruhnya senilai Rp250 miliar. Dengan demikian, RUPSI pertama itu tidak memenuhi persyaratan kuorum kehadiran dan tidak dapat dilaksanakan serta mengambil keputusan yang sah.

BMTR kembali mengundang pemegang sukuk ijarah untuk menghadiri RUPSI. Agenda itu akan berlangsung pada, Kamis (2/7/2020).

BMTR selaku emiten akan meminta persetujuan atas sejumlah poin. 

Pertama, mengubah jenis benda jaminan berupa saham yang menjadi jaminan sukuk ijarah dengan tetap menjaga nilai benda jaminan sukuk ijarah sekurang-kurangnya 125 persen dari nilai pokok atau sisa imbalan ijarah.

Kedua, pemenuhan perubahan jaminan sukuk ijarah dilakukan emiten selambat-lambatnya pada tanggal yang diputuskan dalam RUPSI. 

Ketiga, memberikan kuasa kepada wali amanat untuk menghadap notaris, melakukan perubahan perjanjian perwaliamanatan, dan penandatanganan perubahan perjanjian perwaliamanatan beserta

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global mediacom
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top