Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yield Obligasi Amerika Latin Menggiurkan, Investor Jepang Waspada 

Para pengelola dana asal Jepang mulai mengurangi portofolio obligasi yang diterbitkan negara-negara di Amerika Latin. Mereka mengalihkan dana ke pasar Asia yang dinilai akan menemukan momentum pemulihan lebih cepat dibandingkan dengan kawasan Amerika Latin.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  09:58 WIB
Perawat memeriksa suhu seorang lelaki di gerbang Rumah Sakit Umum Tijuana di Tijuana, Meksiko, sebagai langkah awal untuk mendeteksi serangan virus corona Covid-19. - Bloomberg
Perawat memeriksa suhu seorang lelaki di gerbang Rumah Sakit Umum Tijuana di Tijuana, Meksiko, sebagai langkah awal untuk mendeteksi serangan virus corona Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Reli positif yang dicatatkan obligasi negara-negara di kawasan Amerika Latin tidak membuat investor asal Jepang berbondong-bondong menyerbu pasar surat utang di wilayah tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, Senin (22/6/2020), pengelola dana dari Jepang perlahan-lahan mulai mengurangi kepemilikan mereka terhadap surat utang dari negara di Amerika Selatan. 

Para pengelola dana di Jepang merupakan net seller obligasi asal Brasil dan Meksiko sejak Februari lalu. Mereka telah menjual obligasi Meksiko senilai US$189 juta atau 4,27 miliar Peso dan obligasi Brasil senilai US$205 juta atau 1,09 miliar Reais. Adapun imbal hasil obligasi Amerika Selatan terhadap investor Jepang pada kuartal ini tercatat di kisaran 7 persen.

 “Sekarang adalah saatnya bermain aman ketimbang menang besar pada peluang rebound ini,” ujar Senior Fund Manager di Sumitomo Mitsui DS Asset Management Co., Takeshi Yokuichi.

Yokuichi mengatakan, pihaknya lebih melirik pasar Asia untuk menaruh uangnya. Sentimen pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari pandemi virus corona dan kecepatan pemulihan ekonomi di China menjadi faktor pendorong keputusan ini.

Sementara itu, sejumlah investor asal Jepang mengatakan, tensi perdagangan global akan berdampak negatif pada sejumlah negara.  Money Manager di Asset Management Co., Satoru Matsumoto memperkirakan hubungan panas AS-China akan lebih banyak menekan ekonomi Brasil dibandingkan Meksiko.

“Dari sisi imbal hasil (yield), Meksiko kemungkinan akan lebih aman dibandingkan Brasil. Risiko politik yang rendah dan keseimbangan pembayaran di Meksiko juga akan menjadi pendukung,” jelasnya.

Pada kuartal II/2020, tingkat imbal hasil obligasi Meksiko terhadap mata uang Yen Jepang telah kembali di kisaran 12 persen kendati peringkat utang negara tersebut diturunkan oleh tiga lembaga pemeringkat terkemuka pada Maret dan April lalu. Sementara itu, tingkat imbal hasil obligasi Brasil telah terkoreksi 0,2 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Obligasi Pemerintah
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top