Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saat Saham Volatil dan Bunga Deposito Turun, Obligasi Bisa Jadi Pilihan

Minat terhadap obligasi dinilai akan tetap terjaga baik dalam jangka waktu pendek, menengah dan panjang. Instrumen obligasi akan menjadi pilihan terutama di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  20:00 WIB
Saat Saham Volatil dan Bunga Deposito Turun, Obligasi Bisa Jadi Pilihan
Ilustrasi OBLIGASI. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA — Instrumen obligasi dapat menjadi alternatif bagi investor perorangan atau ritel di tengah volatilitas pasar saham serta tren penurunan suku bunga deposito perbankan.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengungkapkan banyak deposan mulai beralih ke instrumen surat berharga negara (SBN) ritel. Instrumen seperti obligasi negara ritel (ORI) menurutnya menjadi kompetitor terdekat untuk deposito.

Untuk investor perorangan, Ramdhan mengatakan ORI biasanya menawarkan kupon yang lebih tinggi dari deposito. Selain itu, pajak untuk SBN ritel lebih rendah sebesar 15 persen dibandingkan dengan deposito 20 persen.

“Buat investor ritel, dari sisi bunga biasanya obligasi di atas deposito. Tetapi, untuk investor ritel ketersediaan agak terbatas karena yang menerbitkan obligasi untuk ritel hanya pemerintah,” paparnya, Rabu (17/6/2020).

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Anil Kumar mengatakan reksa dana pendapatan tetap yang memiliki durasi yang panjang merupakan alat investasi paling tepat untuk investor lokal. Hal itu terutama untuk instrumen dengan underlying yang lebih banyak obligasi pemerintah.

Reksa dana pendapatan tetap menurutnya dapat menjadi pilihan karena investor tidak perlu ambil pusing untuk jual beli obligasi. Selanjutnya, investor juga mendapatkan kepastian bahwa reksa dana pendapatan tetap akan mengalami kenaikan net asset value (NAV) saat pasar mengalami reli.

Anil juga menyarankan investor mengoleksi obligasi pemerintah melalui reksa dana pendapatan tetap. Setidaknya, terdapat beberapa keunggulan antara lain fund manager memiliki banyak counterparty untuk negosiasi harga dan pajak yang lebih rendah sebesar 5 persen untuk reksa dana pendapatan tetap dibandingkan surat berharga negara (SBN) ritel 15 persen.

“Likuiditas lebih di reksa dana dibandingkan dengan langsung berinvestasi di obligasi pemerintah,” jelasnya.

Secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan minat orang untuk berinvestasi di obligasi masih akan sangat baik dalam jangka waktu pendek, menengah, dan panjang.  Instrumen itu menurutnya akan selalu menjadi pilihan terutama di tengah tingginya volatilitas pasar saham saat ini.

“Selain sebagai alternatif investasi, pastinya orang mencari investasi yang lebih aman ketimbang saham. Obligasi menjadi salah satu jawabannya,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Obligasi
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top