Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lebih Untung Mana, Investasi ORI017 atau Saham?

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan baru-baru ini menetapkan kupon untuk obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  14:35 WIB
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa
Obligasi Ritel Indonesia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan baru-baru ini menetapkan kupon untuk obligasi negara ritel (ORI) seri ORI017.

Instrumen surat utang negara tersebut memiliki tenor 3 tahun dan ditawarkan dengan kupon 6,4 persen per tahun. Pertanyaannya, manakah yang lebih menguntungkan investasi pada instrumen surat utang negara ORI017 atau saham?

Pelaksana Tugas Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengungkapkan dirinya tidak menyarankan masyarakat untuk berinvestasi saham di situasi volatilitas perdagangan seperti saat ini.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19, kondisi pasar (saham) saat ini sedang berat. Kalau turun, turun dalam sekali. Kalau naik, naik sekali. Kalau untuk pengusaha yang sifatnya untuk berjaga-jaga itu tidak cocok karena resikonya tinggi, high risk, high return,” ujarnya melalui siaran langsung Instagram DJPPR Kemenkeu dengan dr. Tirta, Sabtu (13/6/2020).

Menurutnya, volatilitas pasar di era pandemi saat ini sangat tinggi karena motif spekulasi pelaku pasar yang pada akhrinya akan membebankan portofolio investasi masyakat ke depannya. Apalagi, karena ekonomi saat ini dalam keadaan terbatas, bursa saham yang dalam kondisi tertekan hanya menguntungkan beberapa sektor industri seperti kesehatan, logistik dan lain-lain.

“Kalau saham, labanya dari dividen, kadang belum tentu dividennya dalam bentuk cash. Bisa juga dividen ditahan seluruhnya. Makanya orang berinvestasi saham berharap dari capital gain berupa kenaikan dan penurunan harga saham,” jelasnya.

Karenanya, dia menyarankan masyarakat untuk melakukan investasi dengan cara membeli ORI17 mengingat imbal hasilnya yang lebih tinggi dari bunga deposito dan peran nyata masyarakat untuk memulihkan kembali ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Indonesia.

Untuk diketahui, ORI017 akan diluncurkan pada Senin (15/6/2020) dan berakhir pada Kamis (9/7/2020) mendatang dengan minimal pemesanan Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar, berlaku kelipatan Rp1 juta.

Instrumen tersebut menjadi alternatif bagi investor ritel dengan profil risiko rendah karena menawarkan tingkat kupon tetap serta memberikan kepastian karena kupon dan pokok dijamin oleh Undang Undang.

Selain itu, ORI017 juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Jual beli dapat dilakukan antar investor domestik atau lokal dengan mengacu kepada digit ketiga kode nomor tunggal identitas pemodal atau single investor identification (SID).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi ritel indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top