Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Beri Insentif Rp52,57 Triliun bagi 12 BUMN, Ini Daftarnya

BUMN yang berhak mendapatkan insentiftif antara lain memiliki pengaruh terhadap hajat hidup masyarakat dan dimiliki pemerintah dengan total aset cukup besar.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  14:40 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan insentif sebesar Rp52,57 triliun untuk 12 badan usaha milik negara (BUMN). Perusahaan pelat merah yang akan menerima bantuan dari negara mulai dari PLN hingga Bulog.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perusahaan pelat merah yang menerima insentif adalah yang memiliki pengaruh terhadap hajat hidup masyarakat, eksposur besar terhadap sistem keuangan, dan dimiliki pemerintah dengan total aset cukup besar. Satu di antaranya adalah PLN yang mendapatkan insentif karena pemerintah memperpanjang program diskon listrik.

“Penyertaan modal negara dan pembayaran kompensasi dari piutang pemerintah yang akan dibayarkan. Itu sebesar Rp45,4 triliun [untuk PLN],” katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (3/6/2020).

Selanjutnya Hutama Karya juga akan mendapatkan tambahan penyertaan modal Rp7,5 triliun. Sebelumnya pelat merah yang bergerak pada sektor konstruksi telah mendapatkan suntikan modal Rp3,5 triliun, sehingga total modal negara yang akan diterima perusahaan sebesar Rp11 triliun.

Sri Mulyani melanjutkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan mendapatkan dana talangan sebesar Rp3,5 triliun. “Untuk bahana yang menangani Jamkrindo dan Askrindo akan mendapatkan penyertaan modal negara sebesar Rp6 triliun dalam rangka program penjaminan kredit modal kerja darurat, serta PMN non-tunai sebesar Rp268 miliar,” katanya.

Sementara itu PTPN juga mendapat dana talangan pinjaman modal kerja. Sebelumnya disebutkan besaran untuk PTPN yakni sekitar Rp4 triliun.

Selain itu, PT PNM yang melakukan program ultra mikro akan mendapatkan tambahan suntikan Rp1,5 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp2,5 triliun. “Ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam dukungan kepada usaha ultra mikro di bawah Rp10 juta,” katanya.

Kemudian juga ada perumnas yang akan mendapatkan Ro650 miliar dan untuk PT Pertamina (Persero) akan mendapatkan pembayaran biaya kompensasi. BUMN lain yang juga akan mendapatkan bantuan adalah PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) dengan besaran Rp500 miliar dan Bulog akan mendapatkan penyaluran sebesar Rp10,5 triliun.

“Ada dua BUMN yang dala hal ini Pak Erick [Menteri BUMN] akan menyampaikan Garuda [Garuda Indonesia] dan Krakatau Steel yang diberikan dana talangan yang nanti Menteri BUMN melakukan lagi skema paling baik untuk mendukung dua BUMN tersebut,” kata Menkeu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN sri mulyani covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top