Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS-China Makin Tegang, Harga Emas Kembali Mengawang

Kenaikan harga emas membuat kinerja emas terbilang ciamik, naik 15 persen dalam periode tahun berjalan. Emas sebagai logam mulia akan diburu saat situasi dipenuhi ketidakpastian.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 30 Mei 2020  |  06:17 WIB
Emas batangan. - bloomberg
Emas batangan. - bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas kembali melesat di saat ketegangan antara Amerika Serikat dengan China meningkat. Kedua negara saling berbalas manuver dan membuat situasi semakin keruh.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 1,35 persen ke posisi US$1.751,7 per troy ounce pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2020). Level tersebut naik cukup tajam dibandingkan dengan posisi Kamis (28/5/2020) sebesar US$1.728 per troy ounce.

Level harga emas saat ini hampir menyamai posisi tertinggi sepanjang Mei 2020 di posisi US$1.756 per troy ounce (15 Mei 2020). Dalam periode  tahun berjalan (year to date), harga emas telah terkerek 15 persen.Emas sebagai aset aman (safe haven) akan diburu saat situasi dipenuhi ketidakpastian.

Kenaikan harga emas terjadi di saat hubungan AS dengan China semakin tegang. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) waktu setempat terkait sikap Negeri Paman Sam terhadap China.

Trump mengatakan mengakhiri hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dituding bersekongkol dengan China dan tidak memberikan informasi akurat terkait muasal penyebaran virus corona (Covid-19).

Trump juga mengancam akan mencabut status perdagangan khusus dengan Hong Kong yang sudah berjalan sejak 1992. Ancaman dilayangkan setelah legislatif China mengesahkan Undang-undang Keamanan Nasional yang dinilai mengancam otonomi Hong Kong.

Menurut Trump, tindakan China juga mengingkari formula 'Satu Negara Dua Sistem' dan membuatnya menjadi 'Satu Negara Satu Sistem'. 

Perlu diketahui, status istimewa yang melekat pada Hong Kong memudahkan perjalanan dan perdagangan antara AS dan Hong Kong. Di bawah Undang-undang 1992,perusahaan yang berbasis di China untuk bisa mengakses teknologi AS yang dianggap sensitif terhadap keamanan nasional.

Di sisi lain , Trump juga memerintahkan regulator di sektor keuangan untuk memeriksa perusahaan China yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat dengan tujuan membatasi investasi AS di perusahaan tersebut.  Warga negara China juga akan ditolak masuk ke wilayah AS karena dianggap sebagai ancaman keamanan. 

Perlu dicatat, tindakan ini tidak termasuk penarikan dari perjanjian perdagangan fase pertama yang diteken Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Januari 2020 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top