Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor China Berbondong Borong Saham Bursa Hong Kong

Arus modal dari China berbondong masuk ke pasar saham Hong Kong di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  14:58 WIB
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg
Seorang pejalan kaki berjalan melewati papan ticker elektronik yang menampilkan angka harga saham di luar kompleks Exchange Square di Hong Kong. - Justin Chin / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Arus modal dari China berbondong masuk ke pasar saham Hong Kong di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Washington.

Investor yang memenuhi syarat, termasuk dari pialang hingga perusahaan asuransi atau individu yang memiliki saldo akun perdagangan minimal 500.000 yuan (US$70.000) telah mencatat aksi beli saham senilai US$35,3 miliar sejak awal tahun, terbesar sejak 2017.

Arus beli semakin marak setelah China mengumumkan akan memberlakukan undang-undang keamanan di Hong Kong yang memicu anjlokny apasar saham pekan lalu. Mayoritas investor mengincar saham perusahaan milik negara China.

Sejarah menunjukkan pembelian di daratan cenderung meningkat ketika saham Hong Kong jatuh. Investor di China membeli saham pada bulan Maret ketika Indeks Hang Seng jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga tahun terakhir

Ketegangan meningkat di pasar keuangan Hong Kong setelah China mengonfirmasi rencana menerapkan undang-undang keamanan nasional baru yang menurut para kritikus akan membatasi hak dan kebebasan warga kota.

AS tengah mempertimbangkan serangkaian sanksi terhadap pejabat dan bisnis China sebagai tanggapan atas rencana Beijing tersebut, serta berencana menyatakan bahwa bekas koloni itu kehilangan otonominya dari China.

Pada hari Rabu, polisi Hong Kong menembakkan semprotan gas air mata di pusat kota dan menangkap setidaknya 16 orang demonstran yang turun ke jalan.

Pasar saham Hong Kong memperpanjang penurunan dalam perdagangan sesi sore, dengan indeks Hang Seng jatuh 1,1 persen menjelang akhir perdagangan.

Kepala eksekutif Carrie Lam mengatakan pada hari Selasa bahwa undang-undang keamanan nasional dapat meningkatkan kepercayaan bisnis, mengutip rebound Hang Seng pada hari itu. Dia menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap hukum tidak beralasan.

Berdasarkan data Bloomberg, investor China saat ini memiliki sekitar 2,9 persen dari total kapitalisasi pasar saham Hong Kong yang memenuhi syarat untuk perdagangan lintas batas, level tertinggi sejak data pertukaran Hong Kong tersedia pada Maret 2017.

Tiga target teratas investor China sejak Jumat adalah Industrial & Commercial Bank of China Ltd., Ping An Healthcare and Technology Co, dan China Construction Bank Corp.

Belum dapat diketahui apakah pemerintah China ikut ambil bagian atas pembelian saham ini melalui dana pemerintah atau apakah mereka mengalokasikan uang tunai untuk menstabilkan pasar.

Pemerintah China sebelumnya pernah melakukan intervensi untuk menahan fluktuasi di pasar saham China senilai US$7,4 triliun, terutama saat mendekati tanggal yang sensitif secara politis.

Beberapa manajer keuangan di Cihna mengatakan mereka mencatat perbedaan kapitalisasi saham melebar dengan saham berdenominasi yuan, terutama pada perusahaan keuangan besar.

"Selama kita tetap dengan perusahaan yang terdaftar di Hong Kong dengan bisnis di daratan, risikonya benar-benar dapat dikelola," kata Du Kejun, seorang mitra di Beijing Gelei Asset Management Center LP, seperti dikutip Bloomberg.

“Sulit untuk mengevaluasi apa dampak undang-undang itu terhadap Hong Kong, dan apakah keadaan akan lebih baik atau lebih buruk dari setahun yang lalu,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Bursa Asia bursa hong kong

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top