Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Dingin, BUMI Estimasi Cuma Bisa Bayar Bunga Tranche A

Hal tersebut menimbang posisi terendah harga batu bara sejak 2 tahun terakhir dan pemberlakuan pembatasan produksi dari pemerintah.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Mei 2020  |  16:11 WIB
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) mengestimasi hanya dapat membayar bunga Tranche A pada Juli untuk kuartal kedua tahun ini.

Director and Corporate Secretary Dileep Srivastava mengatakan hal tersebut menimbang posisi terendah harga batu bara sejak 2 tahun terakhir dan pemberlakuan pembatasan produksi dari pemerintah.

“Pasar batu bara tengah membaik pada Maret, berada di posisi US$69/ton. Namun, pada April telah melihat tren penurunan dengan cepat ke posisi US$49/ton,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (1/5/2020).

Dengan harga yang rendah saat ini, ada kemungkinan bahwa produsen seperti China, Indonesia, dan Australia akan berproduksi pada level cash negative. Oleh karena itu setiap harga batu bara jangka menengah dan panjang pada level saat ini akan mendorong banyak produsen keluar dari pasar untuk mengurangi pasokan.

Di sisi lain, realisasi harga pada Maret turun menjadi US$48,7/ton dari US$50,8/ton pada Februari, di mana harga untuk entitas anaknya PT Kaltim Prima Coal (KPC) mencapai harga US$54,0/ton dan PT Arutmin Indonesia berada di kisaran US$36,1/ton, mengingat harga domestik yang juga ikut turun menjadi sekitar US$30/ton untuk batu bara 4200GAR.

Total tonase penjualan untuk Maret mencapai 7,4 juta ton karena perseroan berusaha memaksimalkan penjualan yang juga disebabkan oleh penurunan harga secara terus menerus.

Kapasitas produksi KPC untuk 2020 adalah antara 60MT-65MT, sementara kapasitas produksi PT Arutmin adalah 28MT-30MT. Keduanya masih melakukan pembatasan produksi yang diberlakukan oleh pemerintah yakni 52,6MT untuk KPC dan 22,9MT untuk Arutmin.

Manajemen tambang baik, di KPC dan Arutmin juga memantau dengan seksama risiko paparan Covid-19 atau virus corona dengan pemeriksaan kesehatan dan karantina jika diperlukan. Namun, produksi tepat sasaran tetap berlaku di site KPC dan Arutmin.

Terakhir, anak usaha Bakrie tersebut juga berharap dapat membukukan kinerja positif pada Mei tahun ini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources emiten batubara
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top