Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terkait Mafia Alkes dan Obat, Ini Tanggapan Bos Holding BUMN Farmasi

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyatakan permasalahan tersebut hadir selama pandemi COVID-19 dikarenakan permintaan yang lebih tinggi daripada pasokannya.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 21 April 2020  |  16:25 WIB
Honesti Basyir - Antara
Honesti Basyir - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Holding BUMN Farmasi PT Biofarma (Persero) memberikan tanggapannya terkait isu mafia alat kesehatan dan obat-obatan.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyatakan permasalahan tersebut hadir selama pandemi COVID-19 dikarenakan permintaan yang lebih tinggi daripada pasokannya.

“Ada kelangkaan suplai apalagi juga proses ekspor impor tidak berjalan mulus karena masing-masing negara melakukan pembatasan,” ungkapnya saat menghadiri Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi VI, DPR RI, Selasa (21/04/2020).

Meski begitu, Honesti meyakini BUMN farmasi tidak akan bertindak sebagai mafia alat kesehatan dan obat-obatan karena memiliki fungsi agent of development.

“Sebagai contoh masker, satu-satunya perusahaan yang masih menjaga harga masker pada harga yang sama adalah Kimia Farma, dan itu ada pembatasan,” tutur Honesti.

Sampai akhir Maret, lanjutnya, Kimia Farma masih menjual masker pada harga Rp2.000 per lembar. Menjaga harga menurut Honesti adalah upaya agar masyarakat mendapat suplai masker yang cukup.

Namun, karena pihaknya hanya bertindak sebagai distributor dan bukan produsen, maka pihaknya berharap ada kepastian suplai dari prinsipal.

"Kita usahakan untuk melakukan deal langsung dengan pabrikan. Kita dibantu oleh teman-teman KBRI di China, India dan beberapa negara asal alkes berteknologi tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menjelaskan mengenai mafia pengadaan alat kesehatan dan bahan bakunya di Indonesia, seperti yang disinggung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Para mafia itu disebut tidak memikirkan kemandirian industri nasional.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Erick Thohir melihat para mafia ini membuat orang-orang terlalu sibuk berdagang tanpa memikirkan membangun kemandirian industri alat kesehatan (alkes) dalam negeri.

Dia melanjutkan upaya memberantas para mafia itu sejalan dengan permintaan Presiden Joko Widodo dan dilakukan dengan membangun industri farmasi dalam negeri.

"Makanya Pak Jokowi memerintahkan Pak Erick untuk mempercepat proses penanganan masalah kesehatan, farmasi tepatnya," ucap Arya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan bumn farmasi bio farma
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top