Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dibayangi Pandemi Covid-19, ADRO Pertahankan Anggaran Capex 2020

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan masih mempertahankan capex tahun ini di kisaran US$300-US$400 juta
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 April 2020  |  22:00 WIB
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk. - Garibaldi Thohir menyerahkan bantuan senilai total Rp 20 Miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 - Doni Monardo melalui program "Adaro Berjuang untuk Indonesia" di Graha BNPB, Jakarta Timur (Senin, 23/03 - 2020). Istimewa / Adaro
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk. - Garibaldi Thohir menyerahkan bantuan senilai total Rp 20 Miliar kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diwakili oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 - Doni Monardo melalui program "Adaro Berjuang untuk Indonesia" di Graha BNPB, Jakarta Timur (Senin, 23/03 - 2020). Istimewa / Adaro

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) mempertahankan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang ditetapkan pada awal tahun ini di tengah sentimen penyebaran Covid-19 yang diyakini akan melemahkan pertumbuhan ekonomi.

Head of Corporate Communication Division Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan bahwa hingga saat ini perseroan masih mempertahankan capex tahun ini di kisaran US$300-US$400 juta dan target panduan lainnya pada tahun ini meskipun terdapat sentimen penyebaran Covid-19.

Emiten batu bara itu masih yakin untuk tetap memiliki kinerja yang baik karena di tengah pandemi Covid 19, permintaan pasokan listrik diyakini masih akan tetap terjaga.

Adapun, batu bara hingga saat ini masih menjadi bahan bakar mayoritas pembangkit listrik di Indonesia.

“Untuk itu, Adaro akan terus fokus terhadap upaya peningkatan keunggulan operasional, pengendalian biaya dan efisiensi, serta eksekusi strategi demi kelangsungan bisnis,” ujar Febriati saat dihubungi Bisnis.com, Senin (20/4/2020).

Dia pun menjelaskan bahwa pengaturan operasional tambang akan tetap dilakukan dengan mengedepankan kesehatan karyawan tanpa mengurangi produktivitas.

Setiap unit bisnis telah menyiapkan plan manajemen krisis dan telah mengambil langkah tindakan pencegahan yang diperlukan untuk memastikan tidak ada gangguan.

Kendati demikian, sesungguhnya alokasi capex perseroan pada tahun ini cenderung lebih konservatif dibandingkan dengan alokasi tahun lalu sebesar US$450-US$600 juta.

Sebelumnya, Febriati mengatakan bahwa di tengah industri batu bara yang masih dipenuhi oleh ketidakpastian, perseroan cenderung lebih berhati-hati dalam menargetkan capex pada tahun ini.

“Karena di tengah kondisi yang sulit seperti sekarang, kami terus berusaha menjaga kas,” jelas Febriati.

Di sisi lain dalam kesempatan yang berbeda, emiten energi PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) telah memangkas target dan panduan yang ditetapkan pada awal tahun ini seiring dengan anjloknya harga minyak mentah dunia dan sentimen pandemi Covid-19.

CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato mengatakan bahwa perseroan telah memangkas belanja modal tahun ini yang semula sebesar US$340 juta menjadi hanya sebesar US$240 juta karena prospek pelemahan permintaan minyak dalam beberapa kuartal ke depan.

Adapun, dari belanja modal yang baru itu sebesar US$180 juta dialokasikan untuk segmen minyak dan gas, sedangkan US$60 juta untuk segmen listrik.

Lebih lanjut, dari total belanja modal di segmen minyak dan gas, sebanyak US$117 juta untuk proyek PSC, US$21 juta untuk proyek non-PSC, dan US$42 juta untuk biaya eksplorasi.

“Kami akan kaji terus panduan kami yang kemungkinan pemangkasan itu akan berlanjut hingga 2021 bergantung pada perkembangan harga minyak pada tahun ini,” ujar Loreto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten tambang adaro aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top