Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asosiasi Analis Usul Jurus Pamungkas Dongkrak IHSG

Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan jurus-jurus yang telah diambil oleh Otoritas Pasar Modal sejauh ini telah memberikan dampak positif.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 29 Maret 2020  |  15:21 WIB
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawan di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Kamis (26/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Pasar Modal diharapkan bisa menghilangkan pajak deviden supaya Indeks Harga Saham Gabungan dapat terus melaju naik.

Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan jurus-jurus yang telah diambil oleh Otoritas Pasar Modal sejauh ini telah memberikan dampak positif. Adapun jurus-jurus yang diambil diantaranya adalah pembelian kembali saham tanpa RUPS, batasan harga saham yang asimetris dan pengurangan jam perdagangan.

Meski demikian, Edwin yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) itu merasa jurus-jurus itu masih kurang ampuh untuk terus mendorong IHSG naik. Pasalnya, bisa jadi stimulus itu hanya bersifat sementara saja.

“Kebijakan yang diambil sudah bisa menenangkan pasar. Namun ada langkah lain yang bisa otoritas ambil yaitu memberlakukan penghapusan pajak atas deviden saham,” katanya kepada Bisnis.com pada Minggu (29/3).

Edwin mengharapkan kebijakan itu dapat segera terealisasi sebab dapat memberikan sentimen positif bagi pasar modal. Berdasarkan PPh Pasal 4 ayat 2 disebutkan bahwa dividen yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikenai PPh sebesar 10 persen dan bersifat final.

Dividen termasuk dari perusahaan asuransi dan pembagian sisa hasil usaha koperasi pada anggota koperasi.

Namun, pemerintah tengah berencana menghapuskan pajak dividen bagi perusahaan dalam negeri yang berekspansi ke luar negeri. Syaratnya, kepemilikan saham di perusahaan di luar negeri tersebut kurang dari 25 persen.

Selain itu, Edwin menambahkan laju IHSG sepekan terakhir yang menguat 10,72 persen ke 4.545 merupakan pergerakan sesaat. Menurutnya, IHSG akan kembali bearish pada perdagangan Senin (30/3/2020).

“Hal biasa ada relly [penguatan] disaat bearish. Namun Senin kemungkinan IHSG akan berada di rentang 4.454 sampai dengan 4.586,” katanya.

Edwin merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk dicermati. DIantaranya adalah PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), PT Perkebunan London Sumatera Tbk. (LSIP), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 4,76 persen atau 206,67 poin ke level 4.545,57 menjelang akhir perdagangan Jumat (27/3/2020). Sepanjang pekan ini, IHSG telah menguat hingga 10,72 persen.

Seluruh 9 sektor dalam IHSG menguat, dipimpin oleh sektor aneka industri yang menguat 10,04 persen, disusul sektor properti yang menguat 7,85 persen dan industri dasar yang naik 6,31 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top