Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinar Mas Grup Produksi Masker, Kapasitas Awal 1,8 Juta Helai

Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistiyanto mengatakan pihaknya merencanakan produksi masker melalui salah satu pabrik milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yakni PT The Univenus Cikupa, dalam waktu dekat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  16:45 WIB
 Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas
Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas

Bisnis.com, JAKARTA – Entitas Sinar Mas Group menyiapkan pabrik untuk produksi masker dengan kapasitas awal 1,8 juta helai per bulan. Rencananya, aktivitas produksi akan dilakukan pekan ketiga atau keempat April 2020.

Managing Director Sinar Mas Grup Gandi Sulistiyanto mengatakan pihaknya merencanakan produksi masker melalui salah satu pabrik milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yakni PT The Univenus Cikupa, dalam waktu dekat.

“Kami mengkonfirmasi bahwa hingga saat ini Kami masih menunggu mesin produksi yang dipesan dari China untuk masuk ke Indonesia,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (26/3/2020).

Perusahaan memperkirakan produksi masker baru dapat dilakukan pada pekan ketiga atau keempat April 2020. Untuk kapasitas awal, mesin hanya mampu berproduksi sebanyak 1,8 juta masker per bulan, sehigga akan diutamakan untuk paramedis.

Selanjutnya, perusahaan berharap dapat secepatnya mencapai kapasitas maksimal untuk bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Pada saat bersamaan, manajemen juga sedang mengurus seluruh perizinan dalam rangka produksi masker ini dengan kementerian dan instansi terkait.

“Sementara untuk distribusi dan penjualan komersil dari produk masker ini, akan Kami konfirmasi kembali lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurut Gandi, APP Sinar Mas bekerjasama dengan Pemerintah Pusat, BNPB, Kementrian Kesehatan, Pemerintah Daerah dan institusi berwenang lainnya, terus memantau perkembangan serta situasi terakhir dari penyebaran Covid-19. Pihaknya berupaya mendukung penuh langkah-langkah dan program-program penanganan bencana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Gandi mengatakan saat ini pihaknya masih mengimpor masker dari China, dimana produk tersebut berasal dari entitas APP. Namun, mulai April 2020 perseroan berencana memproduksi masker di pabrik dalam negeri.

“Kami PT Asia Pulp & Paper memproduksi masker, tapi pabrik yang di indonesia belum siap, sehingga kami produksi dari China, jadi masker yang kami bagikan, kita masih impor, tapi insyaallah April nanti sudah bisa jadi pabrik yang di Indonesia,” jelasnya, Selasa (24/3/2020).

Sinar Mas Group, lanjutnya masih mengimpor masker untuk diberikan sebagai bantuan untuk penanganan virus tersebut.

Pemberian bantuan masker dan alat kesehatan lainnya seperti rapid test kit, alat pelindung diri (APD), dan ventilator, dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah perusahaan konglomerat di Indonesia lainnya.

Gabungan konglomerat yang menamai dirinya dengan Pengusaha Peduli NKRI tersebut tengah menggalang dana Rp500 miliar untuk pemberian bantuan.

Adapun, total dana yang terkumpul hingga kini mencapai sekitar Rp300 miliar. Dana tersebut dibelikan sejumlah alat kesehatan untuk kemudian disumbangkan.

Dia mengatakan untuk proses impor masker saat ini, perseroan dibantu dari segi perizinan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas asia pulp and paper masker
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top