Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Baru Dibuka IHSG Anjlok 3,07 Persen, Kapitalisasi Pasar ke 4.700-an Triliun

Tampak 24 saham menguat, 134 saham melemah, dan 51 saham sama seperti perdagangan sebelumnya. Kapitalisasi pasar pun berkurang menuju 4.715,94 triliun.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  09:01 WIB
Karyawan memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 3,07 persen pada awal perdagangan Senin (23/3/2020).

Tampak 24 saham menguat, 134 saham melemah, dan 51 saham sama seperti perdagangan sebelumnya. Kapitalisasi pasar pun berkurang menuju 4.715,94 triliun.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (20/3/2020), IHSG berhasil parkir di zona hijau yakni di level 4.194,94 setelah menguat 89,52 poin atau 2,18 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Kapitalisasi pasar mencapai Rp4.869,25 triliun.

IHSG berhasil rebound meski awalnya indeks sempat anjlok 4,56 persen atau 187,08 poin ke level 3.918,34, yang merupakan level terendah IHSG sejak 28 Juni 2012 saat indeks ditutup di level 3.887,57.

Adapun penguatan akhir pekan kemarin dipimpin oleh sektor consumer yang naik 53,17 poin atau 7,79 persen. Kemudian berturut-turut sektor infrastruktur (5,75 persen), industri dasar (5,72 persen), pertambangan (3,18 persen) serta perdagangan (1,73 persen).

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi penopang indeks dengan mencatatkan penguatan 23,10 poin atau 9,92 persen ke level 2.880.

Saham lainnya yang juga memimpin penguatan IHSG hari ini adalah HMSP (16,45 persen), UNVR (10,18 persen), GGRM (19,98 persen), serta BBCA (1,83 persen).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menyebut penguatan IHSG pada Jumat lalu salah satunya disebabkan efek domino dari menghijaunya indeks Asia lainnya dan bursa-bursa Amerika yang juga menguat.

Dia mengatakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas ke level 4.300. Sementara jika bergerak di bawah level tersebut IHSG masih rawan terkoreksi dengan menguji level support psikologis 4.000.

“Support terdekat IHSG apabila jebol 4000 di level 3.800-3.850. Faktornya akan lebih ditentukan dari perkembangan persebaran virus corona dan juga pergerakan indeks dunia,” kata Hendriko kepada Bisnis.com akhir pekan lalu.

Terpisah, analis Artha Sekuritas Dennies Christopher mengatakan IHSG ditutup menguat didorong aksi bargain hunting oleh investor yang menganggap pelemahan sudah memasuki area oversold. Terkoreksinya nilai tukar rupiah juga mendorong penguatan.

Pada perdagangan awal pekan ini atau Senin (23/3/2020), Dennies menyebut indeks berpotensi kembali menghijau, meski hanya bersifat sementara atau jangka pendek saja.

“Secara teknikal candlestick membentuk hanging man didukung volume yang cukup tinggi. Pergerakan diperkirakan masih akan volatil dan masih tinggi ketidakpastian dari penyebaran Covid-19 terutama di dalam negeri,” demikian tuturnya.

Adapun dia memperkirakan IHSG akan bergerak pada level resistan 4.437 hingga 4.316, sedangkan untuk level support diperkirakan akan berada pada rentang 3.996 hingga 3.797.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI transaksi saham
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top