Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

New York Stock Exchange Bakal Tutup Lantai Bursa, Ini Penyebabnya

Otoritas New York Stock Exchange (NYSE) untuk sementara waktu akan menutup lantai bursa (trading floor) mulai Senin (23/3/2020) dan beralih ke perdagangan elektronik sepenuhnya.
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas New York Stock Exchange (NYSE) untuk sementara waktu akan menutup lantai bursa (trading floor) mulai Senin (23/3/2020) dan beralih ke perdagangan elektronik sepenuhnya.

Langkah tersebut diambil setelah seorang karyawan dan seorang trader di lantai bursa dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) pekan ini.

Lokasi aktual yang akan ditutup adalah lantai perdagangan ekuitas NYSE di New York, NYSE American Options di New York, dan lantai bursa NYSE Arca Options di San Francisco.

Dalam sebuah pengumuman kepada para trader, otoritas NYSE menyatakan bahwa dua orang tersebut menjalani skrining pada Senin (16/3/2020) dan ditemukan positif corona.

Baik karyawan NYSE maupun trader yang dimaksud terakhir kali masuk ke dalam gedung bursa pada Jumat (13/3/2020) dan dilarang memasuki gedung pekan ini.

"Pasar kami sepenuhnya mampu beroperasi dalam semua mode elektronik untuk melayani seluruh pelaku pasar, dan kami akan melanjutkannya dengan cara itu sampai kami dapat membuka kembali lantai bursa kepada para anggota kami,” ujar Presiden NYSE Stacey Cunningham, seperti dilansir Bloomberg.

“Meski kami mengambil langkah pencegahan dengan menutup lantai bursa, kami tetap meyakini bahwa pasar harus tetap terbuka dan dapat diakses oleh investor. Semua pasar NYSE akan terus beroperasi di bawah jam perdagangan normal terlepas dari penutupan lantai bursa,” terang Cunningham.

Sementara itu, lantai bursa NYSE akan tetap terbuka pekan ini. Pada Selasa (17/3/2020), petugas melakukan sanitasi menggunakan bahan yang direkomendasikan oleh agen-agen federal dan kembali melakukannya pada Rabu (18/3/2020) malam.

"Ini persoalan yang besar," tutur analis independen Larry Tabb.

“Pertanyaannya adalah, apakah lantai bursa melakukan proses yang berbeda atau hanya pemasaran yang berbeda? Saya kira kita akan mencari tahu, apakah setelah ini selesai dilakukan, lantai bursa membuka support, atau apakah mereka tetap beroperasi secara elektronik dan menghemat biaya operasi yang luar biasa,” lanjutnya.

Pergerakan yang tajam di pasar ekuitas dan ribuan pelaku industri keuangan yang bekerja dari rumah telah mendorong pertanyaan tentang apakah bursa-bursa saham harus tetap dibuka.

Namun pejabat-pejabat pemerintah yang berwenang, termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Jay Clayton, berikut sejumlah eksekutif bursa mendukung agar pasar tetap dibuka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper