Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dian Swastatika (DSSA) Bidik Pendapatan US$1,8 Miliar

Segmen pertambangan batu bara masih akan menjadi penopang utama pendapatan perseroan hingga akhir 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 19 Maret 2020  |  18:22 WIB
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. Emiten bersandi saham GEMS itu merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. - goldenenergymines.com
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. Emiten bersandi saham GEMS itu merupakan anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. - goldenenergymines.com

Bisnis.com, JAKARTA – Anak usaha Grup Sinarmas PT PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. menargetkan bisa membukukan pendapatan sebesar US$1,8 miliar sepanjang 2020, tumbuh 12,5 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2019.

Corporate Secretary Dian Swastika Sentosa, Susan Chandra mengatakan pada 2019 perseroan meraih pendapatan sebanyak US$1,6 miliar, tumbuh 2,72 persen dibandingkan dengan posisi 2018. Dengan kata lain, target pertumbuhan pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu.

“Kami berharap pendapatan atau top line tahun ini bisa menyentuh US$1,8 miliar,” katanya kepada Bisnis, Kamis (19/3/2020).

Susan mengatakan kontribusi terbesar masih akan berasal dari segmen pertambangan dan perdagangan batu bara. Adapun dari total pendapatan sebesar US$1,19 miliar pada kuartal III/2019 dan segmen batu bara menyumbang sekitar US$755,12 miliar atau 63,45 persen.

Kontributor pendapatan lainnya adalah dan segmen listrik sebesar US$194,34 juta dan segmen perdagangan sebanyak US$173,99 juta.

Di sisi lain, emiten berkode saham DSSA itu juga mengalokasikan belanja modal sebesar US$160 juta pada tahun ini. Susan mengatakan dana tersebut utamanya akan dipakai untuk penyelesaian pembangunan Independent Power Producer (IPP) PLTU Kalteng-1 dan pengembangan infrastruktur tambang. 

Menurutnya, perkembangan pembangunan IPP PLTU Kalteng-1 garapan perseroan telah mencapai 98 persen hingga akhir Desember 2019. “Sementara itu, IPP PLTU Kalteng-3 berkapasitas 2 x 100 MW sudah dalam tahap penyelesaian pembangunan dan sedang dalam tahap persiapan operasi,” katanya.

Adapun, selain dua proyek PLTU tersebut, emiten anak usaha Sinarmas Group telah memiliki dua proyek lainnya yaitu IPP PLTU Sumsel-5 berkapasitas 2X150 MW yang telah beroperasi pada Desember 2016 dan IPP PLTU Kendari-3 berkapasitas 2X50 MW yang telah beroperasi pada Oktober 2019.

Di sisi lain, pasokan batu bara yang dibutuhkan oleh seluruh PLTU milik perseroan akan berasal dari kombinasi pihak internal dan eksternal. Kebutuhan batu bara terbesar dimiliki oleh IPP PLTU Sumsel-5, yaitu sekitar 2 juta ton per tahun sedangkan IPP PLTU Kalteng-1 butuh sekitar 1,5 juta ton per tahun, dan IPP PLTU Kendari-3 sekitar 500.000 ton per tahun.

Pada perdagangan Kamis (19/3/2020), harga saham Dian Swastatika ditutup di level 19.750 atau naik 10,49 persen. Dalam periode tahun berjalan saham DSSA naik 42,34 persen. Sekadar informasi saham DSSA jarang diperdagangkan. Sejak awal tahun, frekuensi transaksi jual beli saham untuk saham DSSA tercatat hanya 69 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

listrik batu bara sinarmas Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top