Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Terkoreksi 0,21 Persen, TLKM & BRPT Penekan Utama

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2020), bersama dengan nilai tukar rupiah.
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020)./ ANTARA - Aprillio Akbar
Karyawan melewati monitor pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (24/1/2020)./ ANTARA - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (11/3/2020), bersama dengan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di level 5.209,72 dengan koreksi 11,1 poin atau 0,21 persen pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (10/3/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.220,83 dengan kenaikan tajam 1,64 persen atau 84,02 poin.

Sebelum berbalik turun, indeks sempat memperpanjang penguatannya pada Rabu (11/3) pagi dengan dibuka naik 0,21 persen atau 10,78 poin di posisi 5.231,61. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.178,57 – 5.264,48.

Sebanyak 7 dari 9 sektor menetap di wilayah negatif pada akhir sesi I, dipimpin infrastruktur (-1,70 persen) dan pertanian (-1,49 persen). Adapun sektor barang konsumen dan finansial mampu naik 1,35 persen dan 0,41 persen.

Dari 684 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 106 saham menguat, 257 saham melemah, dan 321 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang masing-masing turun 1,72 persen dan 4,85 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir sesi I.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, IHSG akan bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini di tengah penantian stimulus oleh pemerintah guna mendorong ekonomi.

“Kami meyakini para pelaku pasar sedang menunggu stimulus yang akan diberikan oleh pemerintah guna mendorong ekonomi setelah adanya wabah virus corona,” tulis Samuel Sekuritas melalui publikasi riset hariannya.

“Salah satu stimulus yang ditunggu adalah apakah akan ada pemotongan pajak PPh 21, 22 dan 25,” lanjutnya.

Dari luar negeri, para pelaku pasar berharap adanya stimulus yang akan dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah wabah penyakit virus corona (Covid-19).

Pada Senin (9/3/2020, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan adanya potensi pengurangan pajak untuk mendorong ekonomi AS. Meski demikian hingga saat ini belum ada langkah pasti yang dilakukan oleh pemerintah AS selain pemangkasan suku bunga pada awal Maret ini.

Di sisi lain, indeks Bisnis-27 naik 0,25 persen atau 1,15 poin ke level 471,69, sedangkan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index melemah 0,68 persen atau 3,76 poin ke posisi 545,73 pada akhir sesi I.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau tergelincir dan melemah 22 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.374 per dolar AS pukul 11.59 WIB, setelah dibuka menguat 0,33 persen atau 47 poin di posisi 14.305.

Di negara lainnya di Asia, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang turun 0,49 persen dan 1,27 persen masing-masing, sedangkan Kospi Korea Selatan anjlok 2,49 persen.

Adapun indeks CSI 300 China turun tipis 0,05 persen dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,57 persen pada pukul 12.03 WIB.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper