Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga CPO Berfluktuasi, Pasar Domestik Bisa Jadi Andalan Emiten

Kinerja emiten sawit diperkirakan akan tetap moncer dalam tiga bulan pertama 2020.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  17:48 WIB
Kebun sawit. - Joshua Paul / Bloomberg
Kebun sawit. - Joshua Paul / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertekan akibat dampak virus corona (covid-19), sejumlah kalangan meyakini kinerja emiten tetap terjaga. Permintaan CPO yang cukup deras dari dalam negeri disebut menjadi penyelamat kinerja emiten.

Berdasarkan data Bloomberg,  hari ini, Rabu (11/3/2020) harga CPO untuk kontrak April 2020 terpantau di level 2.345 ringgit per ton. Sementara itu, itu kontrak Mei 2020 dan Juni 2020 masing-masing mencapai 2.332 ringgit per ton dan 2.326 ringgit per ton.

Sekretaris Perusahaan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Paulina Suryanti mengakui industri sawit telah terimbas dampak turunan dari penyebaran virus corona. Harga CPO global pun ikut melandai setelah virus merebak.

“Virus ini telah mempengaruhi harga karena turunnya permintaan dari negara yang terdampak. Namun, kami menjual CPO ke pasar lokal tidak ada yang diekspor,” katanya kepada Bisnis pada Rabu (11/3/2020).

Namun, kinerja emiten bersandi saham DSNG itu tetap terjaga karena permintaan dari dalam negeri stabil. Tahun lalu, DSNG mencatatkan volume penjualan sebesar 666.000 ton, naik 25 persen secara tahunan. 

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo  sebelumnya mengatakan kenaikan penjualan ditopang oleh tambahan produksi CPO dari dua pabrik kelapa sawit (PKS) yang baru diakuisisi. Kontribusi dua pabrik tersebut mencapai kisaran 95.000 ton atau 16 persen dari total produksi CPO DSNG.

Di lain pihak, kalangan analis menilai pasar domestik dan pasar India akan menjadi penopang kinerja emiten perkebunan pada kuartal I/2020. 

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan pasar domestik dan India bisa menjadi andalan emiten di tengah tren penurunan harga CPO.

Nafan meyakini kinerja emiten sawit tidak akan terlalu buruk dalam tiga bulan pertama 2020, terutama PT Perkebunan London Sumatra Tbk. (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI).

“Memang untuk saat ini pasar China masih belum terbuka karena virus corona. Namun, kebijakan pembatasan Uni Eropa belum efektif, lalu masih ada India dan serapan biodiesel domestik,” katanya kepada Bisnis pada Rabu (11/3).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak sawit harga cpo
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top