Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Eastparc Hotel Melejit hingga 302 Persen

Selain ditopang pertumbuhan pendapatan, laba perseroan juga meningkat berkat penurunan beban.
Eastparc Hotel Yogyakarta/Repro
Eastparc Hotel Yogyakarta/Repro

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten perhotelan PT Eastparc Hotel Tbk. mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 302 persen menjadi Rp9,46 miliar pada 2019 sejalan dengan penurunan beban usaha.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan perseroan, Rabu (11/3/2020),, Eastparc Hotel mencatatkan laba bersih sebesar Rp9,46 miliar naik 302 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp2,46 miliar. Dengan begitu, laba per saham yang dapat diatribusikan menjadi Rp2,39 dari posisi Rp0,59.

Kenaikan laba bersih, ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 18,55 persen year-on-year (yoy). Pada 2019, emiten berkode saham EAST itu mencetak Rp64,08 miliar sedangkan tahun sebelumnya Rp54,05 miliar.

Selain itu, beban usaha EAST juga mengalami turun  7,28 persen ke posisi Rp25,47 miliar dari posisi Rp27,47 miliar. Emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2019 itu juga mendapatkan tambahan pendapatan bunga sebesar Rp1,24 miliar.

Adapun pada tahun sebelumnya pos itu hanya menyumbang Rp29,39 juta saja. Hal itu mendorong laba sebelum pajak menjadi Rp12,25 miliar atau naik 464 persen yoy.

Selain itu, total aset EAST tercatat sebesar Rp306,78 miliar. Jumlah aset lancar mencapai Rp49,62 miliar dengan aset tidak lancar Rp257,16 miliar.

Di sisi lain, total kewajiban EAST mencapai Rp53,21 miliar dengan utang jangka pendek sebesar Rp31,17 miliar. Perseroan memiliki utang jangka panjang sebesar Rp22,03 miliar. Total kewajiban 2019 naik 21,06 persen dari posisi Rp43,95 miliar.

EAST tercatat menggelontorkan belanja modal sebesar Rp66,34 miliar naik 123,14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp29,73 miliar.

Pada 2020, EAST memproyeksikan pendapatan meningkat sebesar 15,11 persen secara tahunan. Perkiraan pertumbuhan ini seiring dengan target kunjungan peningkatan wisatawan ke Yogyakarta.

Sebelumnya, Direktur Utama Eastparc Hotel Khalid bin Omar Abdat mengatakan pada 2020 Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kunjungan wisatawan sekitar 7 juta atau naik dari 2019 yang sebesar 6 juta.

Rata-rata tingkat okupansi juga ditargetkan naik dari 79%--81% menjadi 80%--87%. Eastparc juga tetap memperhatikan segmen market individu yang digabungkan dengan market lainnya, seperti pemerintahan, korporasi, maupun agen perjalanan wisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper