Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Jepang Tertekan, Analis: Pasar Lokal Tak Selesu Perkiraan

Pelemahan bursa saham Jepang berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (26/2/2020), di tengah kekhawatiran soal wabah virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  15:33 WIB
Seseorang sedanag melihat papan eletronik yang memperlihatkan indikasi saham di pasar modal Tokyo, Jepang. - Reuters
Seseorang sedanag melihat papan eletronik yang memperlihatkan indikasi saham di pasar modal Tokyo, Jepang. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan bursa saham Jepang berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Rabu (26/2/2020), di tengah kekhawatiran soal wabah virus corona (Covid-19).  

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix berakhir di level 1.606,17 dengan pelemahan 0,75 persen atau 12,09 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (25/2/2020), Topix berakhir di posisi 1.618,26 dengan koreksi tajam 3,33 persen atau 55,74 poin, penurunan hari kedua berturut-turut.

Sebanyak 620 saham menguat, 1.459 saham melemah, dan 76 saham stagnan dari 2.155 saham yang diperdagangkan pada Topix pada Rabu (26/2).

Meski terkoreksi untuk hari ketiga, Topix mampu mengakhiri pergerakannya di atas level rendah intraday saat indikator teknikal mensinyalkan bahwa indeks tersebut telah mencapai level oversold.

Indeks S&P 500 terjerembab lebih dari 3 persen untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (25/2/2020), setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi potensi wabah virus corona.

Sementara itu, meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus corona di Eropa memicu kekhawatiran dampak yang meluas di kawasan tersebut. Jumlah kasus di Korea Selatan pun dikabarkan telah menembus 1.000 orang pada Rabu (26/2020).

"Pasar lokal tidak selesu yang diperkirakan, terutama dibandingkan dengan bagaimana pasar ekuitas AS berkinerja,” ujar Toshiaki Iwasaki, seorang analis di Mito Securities, Tokyo.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 ditutup di level 22.426,19 dengan pelemahan 0,79 persen atau 179,22 poin, setelah berakhir di level 22.605,41 dengan koreksi tajam 3,34 persen pada Selasa (25/2).

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei pada Rabu (26/2), 53 saham berhasil menguat, 165 saham melemah, dan 7 saham lainnya stagnan.

Saham KDDI Corp. dan Recruit Holdings Co. Ltd. yang masing-masing turun 2,39 persen dan 3,20 persen menjadi penekan utama pelemahan Nikkei 225 hari ini.

Di sisi lain, nilai tukar yen terpantau melemah 0,22 persen atau 0,24 poin di posisi 110,44 yen per dolar AS pukul 14.51 WIB, setelah mampu terapresiasi selama tiga hari beruntun sebelumnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa jepang Virus Corona
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top