Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mahathir Jadi PM Sementara, Bursa Malaysia Bangkit dan Menguat

Perdagangan di bursa saham Malaysia berhasil rebound dan ditutup menguat setelah Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, menunjuk Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sementara.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Februari 2020  |  21:39 WIB
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said
Mahathir Mohamad. - Bloomberg/Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA – Perdagangan di bursa saham Malaysia berhasil rebound dan ditutup menguat setelah Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, menunjuk Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri sementara.

Langkah tersebut diambil guna meredakan ketidakpastian politik yang melanda Negeri Jiran setelah Dr. M, panggilan akrab Mahathir, mengajukan pengunduran diri kepada Raja.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2/2020), indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI berakhir di level 1.500,88 dengan penguatan 0,73 persen atau 10,82 poin dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (24/2/2020), indeks saham acuan Malaysia tersebut ditutup di level 1.490,06 dengan koreksi tajam 2,69 persen atau 41,14 poin, pelemahan hari kedua berturut-turut.

Mahathir secara tiba-tiba mengundurkan diri pada Senin (24/2/2020) siang waktu setempat di tengah spekulasi dan analisis politik yang ditargetkan padanya.

Namun, ia kemudian ditunjuk sebagai perdana menteri sementara setelah bertemu dengan Raja Malaysia, yang telah menerima pengunduran dirinya dan keputusannya untuk membubarkan seluruh Kabinet.

Hingga Yang di-Pertuan Agong menunjuk perdana menteri baru, Mahathir akan mengatur negara itu sendiri tanpa Kabinet.

Kepada portal berita Malaysiakini, Jaksa Agung Tommy Thomas mengatakan bahwa Mahathir dapat menggunakan kuasa seperti seorang perdana menteri dan menunjuk kabinet baru. Sementara itu, tidak ada batasan waktu untuk PM sementara.

Kala sebagian besar pihak masih mencoba memahami pergolakan politik di pucuk pimpinan, beberapa analis politik berpendapat kondisi ini sebenarnya merupakan manuver utama oleh Mahathir untuk tetap menjadi pemimpin

“Dia akan diangkat menjadi Perdana Menteri yang berikutnya  atau yang ke-8, karena tampaknya dia telah menghimpun sebagian besar dukungan dari 222 Anggota Parlemen,” ujar pemimpin sebuah partai politik, dikutip dari The Star.

Di sisi ekonomi, pemerintah diindikasikan siap untuk meluncurkan paket stimulus demi mengatasi masalah virus corona (Covid-19), terlepas dari skenario politik saat ini.

"Ini telah mengangkat sentimen pasar dan meredakan kekhawatiran bisnis," tutur seorang analis, dikutip dari Malay Mail.

Dalam sebuah pernyataan hari ini, mantan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng mengatakan Dr Mahathir telah mengindikasikan bahwa paket stimulus ekonomi akan dilanjutkan pada tanggal yang akan diumumkan olehnya dalam kapasitasnya sebagai perdana menteri sementara.

“Terlepas dari kekacauan politik saat ini, Malaysia masih damai dan tidak ada kekacauan. Tidak ada yang menimbun makanan. Ini penting bagi negara itu dan para investor,” jelas seorang analis.

Dari 30 saham yang diperdagangkan, sebanyak 20 saham menguat, 9 saham melemah, dan 1 saham stagnan. Saham Top Glove Corp. Bhd. yang naik 3,31 persen membukukan penguatan terbesar, diikuti oleh saham Malaysia Airports Holdings Bhd. yang naik 2,89 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia Mahathir Mohamad
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top