Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik-Turun Harga Emas, Ini Faktor yang Mempengaruhinya

Harga logam mulia berhasil kembali menyentuh level US$1.600 per troy ounce pada perdagangan hari ini, Rabu (19/2/2020), level tertinggi sejak 2013.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  18:09 WIB
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Emas adalah logam mulia paling populer saat ini dan mendapat titel sebagai safe haven, atau investasi yang mampu mempertahankan nilainya ketika ketika investasi lain jatuh.

Walau begitu, bukan berarti harga emas tidak fluktuatif atau naik-turun, terutama di pasar berjangka dan pasar derivatif. Bahkan harga emas fisik pun mengikuti pergerakan harga emas di bursa berjangka acuan, seperti COMEX Gold futures.

Harga emas 20 tahun

Harga emas dalam 20 tahun terakhir (www.bullionvault.com)

Harga logam kuning ini berhasil kembali menyentuh level US$1.600 per troy ounce pada perdagangan hari ini, Rabu (19/2/2020), level tertinggi sejak 2013. Harga emas Comex kontrak April 2020 menyentuh level US$1.611,40 per troy ounce pada pukul 15.52 WIB.

Sebagai produk perdagangan, secara umum harga emas bergerak karena kombinasi dari permintaan, penawaran, dan kebiasaan investor. Berikut ini adalah faktor-faktor yang bisa mempengaruhi naik-turunnya harga emas menurut bursa derivatif CME Group.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini
  1. Peristiwa Global

Ketidakpastian biasanya membuat investor takut menaruh dananya di produk investasi yang berisiko turun nilainya pada suatu kondisi, seperti pasar saham pada saat krisis keuangan. Krisis finansial bisa membuat perusahaan sulit berekspansi, bahkan berpotensi menggerus pendapatan dan laba.

Padahal, nilai saham sebagai produk investasi adalah potensi pertumbuhan di masa depan. Namun, mengeluarkan aset dari pasar saham begitu saja bukan tanpa risiko, karena investor tetap memindahkan asetnya dalam bentuk lain. Pilihannya bisa dana tunai atau produk lain.

Emas adalah pilihan yang sejauh ini dipercaya aman karena nilai universalnya. Dibandingkan dengan uang tunai atau cash, emas lebih aman, misalnya dalam kondisi perang. Bahkan dolar AS bisa saja tidak laku jika negara yang menjaminnya kehilangan kekuasaan.

Hal itu berbeda dengan emas yang punya sejarah panjang sebagai alat tukar dan menyimpan kekayaan sejak ribuan tahun. Emas bisa diterima di manapun tanpa mengenal batas negara.

  1. Non-Farm Payroll

Data ketenagakerjaan di Amerika Serikat adalah indikator ekonomi penting, yang mempengaruhi bagaimana investor mengambil keputusan tentang ekspektasi investasinya. Non-Farm Payroll (NPF) adalah data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS pada Jumat pertama setiap bulannya. Data ini menunjukkan berapa banyak pekerjaan bertambah atau berkurang yang jadi indikator pemangku kepentingan mengambil keputusan.

Sebagai negara dengan tingkat produk domestik bruto terbesar di dunia, indikator ekonomi AS menjadi pertimbangan investor dalam mengambil keputusan. Apalagi, perhitungan harga emas juga mengacu pada mata uang dolar AS (US$).

Tak ayal, jika Anda trading pada produk emas berjangka, perubahan NPF jadi sesuatu yang sensitif terhadap naik-turunnya harga emas. Semakin tinggi risiko AS dari resesi atau dari masalah pengangguran, maka makin banyak dana dialihkan ke aset safe haven.

  1. Produk Domestik Bruto (PDB)

PDB adalah nilai uang semua barang jadi dan jasa yang diproduksi di suatu negara yang secara luas mengukur aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Baik estimasi maupun data riil PDB suatu negara bisa mempengaruhi harga emas, terutama adalah PDB negara-negara yang punya pengaruh secara global, seperti AS, China, Jepang, dan Jerman.

  1. Indeks Harga Konsumen (Inflasi)

Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah parameter yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household). Indeks ini dipakai untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara, dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya.

Sementara itu, untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan indeks harga produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen untuk membuat produknya

  1. FOMC (Federal Open Markets Committee)

Bank sentral AS The Federal Reserve

Ini adalah pertemuan rutin yang digelar 8 kali per tahun untuk menentukan kebijakan moneter AS dan perubahan suku bunga. Biasanya, pasar emas naik jika ada kebijakan pemotongan suku bunga, demikian juga sebaliknya.

  1. Indeks Dollar AS

Indeks dolar AS adalah pengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap sekelompok mata uang lain yang telah diakui sebagai acuan secara global. Indeks ini didesain, dikelola, dan dipublikasikan oleh Intercontinental Exchange Inc. (ICE) dengan nama “U.S. Dollar Index.”

Komposisinya adalah euro (EUR) dengan bobot 57,6 persen, yen (JPY) 13,6 persen, Pound sterling (GBP) 11,9 persen, dollar Kanada (CAD) 9,1 persen, krona Swedia (SEK), 4,2 persen, dan franc Swiss (CHF) 3,6 persen.

  1. Kebijakan Moneter Bank Sentral

Kebijakan bank sentral berpengaruh pada jumlah uang yang beredar, tingkat suku bunga, pembelian atau penjualan obligasi pemerintah, hingga perubahan persyaratan cadangan. Banyak bank sentral di dunia yang juga merupakan pemegang emas murni dalam jumlah besar. Jika suatu bank sentral memutuskan untuk menambah cadangan emasnya, maka bisa berdampak ke harganya di pasar berjangka.

  1. Producer Price Index (PPI)

Indeks Harga Produsen adalah alat ukur perubahan rata-rata harga yang diterima produsen domestik (suatu negara) untuk barang yang mereka hasilkan pada suatu periode tertentu. PPI adalah salah satu indikator yang digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi dan termasuk salah satu indikator fundamental yang perubahannya setiap bulan dicermati oleh pelaku pasar keuangan, termasuk pemain pasar emas berjangka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top