Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Lanjut Melemah, BMRI & TLKM Penekan Utamanya

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka turun 0,24 persen atau 14,23 poin di level 5.857,72. Pada pukul 09.12 WIB, indeks kemudian bergerak ke level 5.853,05 dengan melemah 18,9 poin atau 0,32 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  09:40 WIB
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan pagi ini, Jumat (14/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG dibuka turun 0,24 persen atau 14,23 poin di level 5.857,72. Pada pukul 09.12 WIB, indeks kemudian bergerak ke level 5.853,05 dengan melemah 18,9 poin atau 0,32 persen dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (13/2/2020), IHSG mengakhiri pergerakannya di level 5.871,95 dengan pelemahan 0,70 persen atau 41,13 poin, koreksi hari kedua berturut-turut.

Sebanyak 8 dari 9 sektor terpantau bergerak negatif pada Jumat (14/2) pagi, dipimpin infrastruktur (-0,78 persen) dan industri dasar (-0,74 persen), sedangkan sektor properti stagnan.

Sementara itu, sebanyak 84 saham menguat, 53 saham melemah, dan 543 saham stagnan dari 680 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing melemah 0,96 persen dan 0,54 persen menjadi penekan utama atas pergerakan IHSG pada pukul 09.12 WIB.

Di sisi lain, penguatan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) sebesar 0,22 persen dan 0,51 persen masing-masing menjadi pendorong utama sekaligus membatasi besarnya pelemahan yang dialami IHSG.

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG bakal terkoreksi kembali pada perdagangan akhir pekan ini. Menutup perdagangan Kamis (13/2/2020), IHSG terdepresiasi 0,7 persen ke level 5.871,95, menembus support yang ditetapkan pada level 5.877.

"Dengan demikian, IHSG membentuk skenario alternatif seperti apa yang telah kami perkirakan, di mana saat ini IHSG berada di wave [v] dari wave C," terang Tim Riset MNC Sekuritas melalui riset harian, Jumat (14/2/2020).

Adapun MNC Sekuritas menetapkan target koreksi wave [v] pada area 5.720-5.800. Setelah wave [v] terkonfirmasi terbentuk, kemudian IHSG berpeluang bergerak menguat kembali ke atas level 6.000.

Seiring dengan pergerakan IHSG, indeks Bisnis-27 melemah 0,52 persen atau 2,76 poin ke level 528,52 pukul 09.13 WIB, setelah berakhir terkoreksi 0,54 persen atau 2,88 poin di posisi 531,28 pada Kamis (13/2).

Indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak variatif. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing melemah 0,64 persen dan 0,68 persen.

Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan dan Hang Seng Hong Kong naik 0,34 persen dan 0,38 persen masing-masing. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China pun masing-masing mampu naik 0,13 persen dan 0,32 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top