Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mata Uang Asia Variatif, Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini

Nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (13/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  08:56 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah mampu memperpanjang penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Kamis (13/2/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka terapresiasi tipis 1 poin atau 0,01 persen di level Rp13.673 per dolar AS.

Penguatannya kemudian bertambah menjadi 2 poin ke level Rp13.672 pada pukul 08.26 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2/2020), rupiah hanya berakhir terapresiasi tipis 1 poin di level Rp13.674 per dolar AS, penguatan hari kedua berturut-turut.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, tren penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan berlanjut hari ini.

Sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri dinilai akan menjadi penentu pergerakan nilai tukar rupiah pada hari ini. Salah satunya adalah komentar Gubernur The Fed Jerome Powell terkait penyebaran virus corona.

Dia menegaskan bahwa The Fed masih memantau kemunculan virus itu serta dampaknya terhadap China dan dunia. Namun demikian, Powell menilai masih terlalu dini untuk memperkirakan seberapa jauh dampak virus itu terhadap ekonomi Amerika Serikat.

Sementara itu, dari Eropa, seruan Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde bagi anggota Uni Eropa untuk mengadopsi langkah-langkah fiskal yang lebih mendukung akan turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.

“Langkah-langkah fiskal yang lebih mendukung, terutama dari Jerman, kekuatan Uni Eropa, kemungkinan akan menopang pertumbuhan dalam blok ekonomi dan mendukung mata uang tunggal,” terang Ibrahim.

Di dalam negeri, setidaknya ada dua hal yang akan memengaruhi pergerakan nilai tukar pada hari ini. Pertama, membaiknya data ekonomi dalam negeri, baik inflasi, tenaga kerja, cadangan devisa, PDB 2019 maupun NPI.

Kedua, langkah pemerintah yang akan melakukan strategi bauran untuk melindungi perekonomian dalam negeri dari virus corona. Pemerintah akan meluncurkan stimulus fiskal untuk menjaga stabilitas roda perekonomian dalam negeri.

“Dalam perdagangan hari ini, rupiah kemungkinan akan menguat di level Rp13.600—Rp13.720 per dolar AS,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Kamis (13/2/2020).

Mata uang lainnya di Asia cenderung bergerak variatif terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea Selatan dan yen Jepang terpantau mampu menguat 0,1 persen masing-masing, sedangkan yuan offshore China melemah tipis 0,07 persen pukul 08.27 WIB.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, tampak terkoreksi 0,06 persen atau 0,059 poin ke level 98,990, setelah berakhir menguat 0,33 persen atau 0,328 poin ke posisi 99,049 pada Rabu (12/2/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Renat Sofie Andriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top