Schroder IM: Skala Ekonomi Jadi Alasan Penutupan Produk

Karena dana yang tersisa di Reksa Dana Schroder Providence Fund kurang memenuhi skala ekonomi dimaksud, maka perseroan selaku MI memutuskan untuk melikuidasi reksa dana ini.
Hafiyyan dan Rivki Maulana
Hafiyyan dan Rivki Maulana - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  12:32 WIB
Schroder IM: Skala Ekonomi Jadi Alasan Penutupan Produk
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) berbincang dengan Executive Director Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri), dan CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Schroder Invesment Management Indonesia selaku manajer investasi produk reksa dana Schroder Providence Fund memberikan penjelasan terkait likuidasi produk tersebut.

Direktur Utama Schroders Indonesia Michael T. Tjoajadi menyampaikan Schroder Providence Fund adalah reksa dana campuran yang diluncurkan oleh perseroan pada 2009. Reksa Dana ini masuk kategori produk terbuka yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum.

“Sesuai yang tercantum dalam prospektus, setiap investor memiliki hak untuk membeli dan menjual kembali unit penyertaan yang dimilikinya di setiap hari bursa,” paparnya kepada Bisnis.com melalui email, Kamis (13/2/2020).

Memasuki 2020, sebagian dari investor Schroder Providence Fund mengubah strategi investasi mereka dan memutuskan untuk menjual kembali unit penyertaan (redemption). Adapun, sebagian nasabah lainnya melakukan pengalihan unit penyertaan (switching) ke produk reksa dana Schroders lainnya.

Menurut Michael, pada prinsipnya manajer investasi (MI) membutuhkan skala ekonomi tertentu untuk dapat mengelola portofolio investasi secara optimal.

Karena dana yang tersisa di Reksa Dana Schroder Providence Fund kurang memenuhi skala ekonomi dimaksud, maka perseroan selaku MI memutuskan untuk melikuidasi reksa dana ini.

“Hal tersebut kami komunikasikan kepada investor yang masih tersisa di dalamnya dan para investor ini diberi pilihan untuk mengalihkan atau menjual kembali unit penyertaan mereka,” imbuhnya.

Setelah tidak ada lagi unit penyertaan yang tersisa di Schroder Providence Fund, Schroder dan Bank Kustodian sepakat untuk membubarkan produk tersebut sesuai proses penutupan dalam peraturan OJK.

Michael menyampaikan, nilai aktiva bersih reksa dana Schroder Providence Fund mencapai Rp192 miliar per Desember 2019.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai aktiva bersih dari Schroder Providence Fund per 31 Oktober 2019 mencapai Rp208,60 miliar dengan nilai unit penyertaan Rp4.087,69. Adapun, Deutsche Bank AG Jakarta bertindak sebagai Bank Kustodian.

Sebelumnya, dalam pengumuman kepada publik di media cetak, pada Selasa (11/2/2020), Schroder selaku manajer Investasi dan memutuskan untuk membubarkan Schroder Providence Fund karena pemegang seluruh unit penyertaan telah melakukan penjualan kembali atas seluruh unit pernyertaannya.

Saat ini, tidak ada terdapat pemegang unit penyertaan yang terssa di dalam reksa dana Schroder Providence Fund. Manajer investasi memberitahukan rencana pembubaran Schrodder Providence Fund kepada Otoritas jasa Keuangan.

"Pembubaran dan dimulainya proses likuiditas akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran Schroder Providence Fund yang dibuat di hadapan notaris," tulis Schrodder dalam pengumuman yang dikutip Bisnis.com.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Schroder

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top