Kurs Jisdor Turun ke 13.708, Rupiah Terseret Aksi Jauhi Aset Berisiko

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.708 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (10/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  10:58 WIB
Kurs Jisdor Turun ke 13.708, Rupiah Terseret Aksi Jauhi Aset Berisiko
Karyawan melintas didekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (30/12/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.708 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (10/2/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.708 per dolar AS, melemah 61 poin atau 0,44 persen dari posisi Rp13.647 pada Jumat (7/2/2020).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp13.716 per dolar AS dengan pelemahan 41 poin atau 0,30 persen pada Senin (10/2) pukul 10.06 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (7/2/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.675 per dolar AS dengan pelemahan 40 poin atau 0,29 persen, pelemahan pertama dalam empat hari perdagangan beruntun sejak 4 Februari.

Pelemahan nilai tukar rupiah mulai berlanjut pada Senin (10/2) dengan dibuka terdepresiasi 0,11 persen atau 15 poin di level Rp13.690 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.690-Rp13.717 per dolar AS.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

10 Februari

Rp13.708

7 Februari

Rp13.647

6 Februari

Rp13.662

5 Februari

Rp13.717

4 Februari

Rp13.760

Sumber: Bank Indonesia

Dilansir Bloomberg, kurs rupiah melemah untuk hari kedua terhadap dolar AS seiring dengan meningkatnya aksi penghindaran aset berisiko akibat jumlah korban wabah virus corona (coronavirus) yang terus bertambah.

Angka kematian akibat wabah virus corona jenis baru mencapai 910 orang hingga Senin (10/2/2020) pagi sejak wabah ini pertama kali dilaporkan pada akhir Desember 2019.

“Pergerakan rupiah cenderung mengikuti tren regional tetapi ada risiko turun untuk kurs rupiah jika kasus coronavirus dilaporkan masuk Indonesia,” ujar Mingze Wu, pedagang valuta asing di INTL FCStone.

Ia memperkirakan rupiah akan diperdagangkan di kisaran level Rp13.500-Rp13.800 dalam jangka waktu dekat.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan BI tetap konsisten dengan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah sentimen risiko yang dipicu oleh virus corona jenis baru.

Seiring dengan pergerakan kurs rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak ke level 98,637 dengan turun tipis 0,047 poin atau 0,05 persen pada pukul 10.02 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada Jumat (7/2), indeks dolar berakhir menguat 0,19 persen atau 0,188 poin di posisi 98,684, penguatan hari kelima berturut-turut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, jisdor

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top