Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

GMF AeroAsia (GMFI) Terus Kaji Rencana Private Placement

Tazar Marta Kurniawan, Direktur Utama Garuda Maintenance Facility AeroAsia mengatakan bahwa sebelumnya perseroan berencana untuk melepas sebesar 20 persen sahamnya melalui skema private placement.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Januari 2020  |  06:39 WIB
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk - Istimewa
PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk. terus mengkaji rencana pelepasan saham perseroan melalui skema private placement yang sebelumnya direncanakan.

Tazar Marta Kurniawan, Direktur Utama Garuda Maintenance Facility AeroAsia mengatakan bahwa sebelumnya perseroan berencana untuk melepas sebesar 20 persen sahamnya melalui skema private placement.

Adapun sebelumnya emiten berkode saham GMFI itu disebut bakal menggandeng perusahaan maintenance, repair, and overhaul (MRO) asal Uni Eropa, Air France KLM E&M.

Namun, harga saham yang terus merosot sejak menggelar initial public offering (IPO) pada 10 Oktober 2017 yang saat itu pada level Rp400 per saham membuat perseroan memutuskan menunda rencana tersebut.

Bloomberg mencatat, pada perdagangan Selasa (28/1/2020), saham bersandi GMFI ditutup pada level Rp118 per saham. Sepanjang tahun berjalan, saham GMFI terkoreksi sebesar 31,40 persen.

“Kami sedang kaji dengan partner kami, dengan konsultan kami, apa strategi yang bisa kami dapatkan, sehingga bisa melepas saham dengan harga bagus. Ini tetap menjadi suatu kajian kami,”

Pada Januari 2018, GMFI menyampaikan rencana private placement dengan menerbitkan sebanyak 2,34 miliar saham baru atau setara dengan 8,28 persen.

Mengutip dari keterbukaan informasi perseroan, jumlah tersebut adalah bagian dari rencana pelepasan saham perseroan kepada investor strategis hingga 20 persen.

Manajemen GMFI mengatakan perseroan berniat mencari investor strategis untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan perseroan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.

Dana dari hasil aksi korporasi itu akan digunakan untuk memperkuat struktur modal dan ekuitas. Selain itu, posisi kas perseroan juga akan meningkat dan dapat digunakan untuk pendanaan usaha.

“Mengenai partnernya belum tentu Air France KLM, karena pada saat itu Air France KLM datang membawa partner financial mereka, jadi kalau nanti pun terjadi bukan Air France KLM, bukan dari mereka tapi dari partnernya mereka,” jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda maintenance facility
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top