Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TRAM Klaim Operasional Normal Meski Komut Terjerat Kasus Jiwasraya

Emiten pertambangan PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) menegaskan operasional dan kinerja keuangan perusahaan tetap berjalan kendati Komisaris Utama Heru Hidayat menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  19:36 WIB
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smartphone di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan saham di BEI, Jakarta, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan PT Trada Alam Minera Tbk. (TRAM) menegaskan operasional dan kinerja keuangan perusahaan tetap berjalan kendati Komisaris Utama Heru Hidayat menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya.

Corporate Secretary Trada Alam Minera Asnita Kasmy dalam penjelasannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan perseroan tetap beroperasi sebagaimana mestinya meskipun terjadi penetapan Heru Hidayat sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya.

“Perseroan tetap beroperasi sebagaimana mestinya,” paparnya, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, sampai saat ini juga tidak ada aset milik perseroan atau Heru Hidayat yang digunakan untuk kegiatan operasional yang dibekukan atau disita, sehubungan dengan penetapan Heru sebagai tersangka.

Setelah adanya kejadian tersebut, perusahaan tetap fokus dalam kelangsungan operasional. Manajemen juga tetap melakukan komunikasi kepada pera pemangku kepentingan, kreditur, dan vendor perseroan.

Terkait dampak kejadian yang memengarhi fluktuasi perdagangan saham TRAM, Asnita juga menyampaikan tidak ada informasi atau fakta yang dapat berpengaruh signifikan terhadap perseroan.

Dewan Komisaris dan Direksi Trada Alam Minera juga masih mengikuti perkembangan proses penahanan Heru Hidayat. Perseroan masih mempertimbangkan melakukan RUPS terkait pergantian susunan komisaris dan/atau direksi.

Berdasarkan data Bloomberg, pada 23 Oktober 2019 saham TRAM bertengger di level Rp123. Setelah itu, harga sahamnya cenderung anjlok, dan mencapai level Rp50 pada perdagangan 9 Desember 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya trada alam minera
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top