Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Enggan Cabut Tarif Impor, Wall Street Melemah

Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Selasa (14/1/2020), membalikkan rekor intraday tertinggi sebelumnya, menyusul laporan bahwa AS kemungkinan akan mempertahankan tarif barang-barang China hingga pemilihan presiden pada November.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  06:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Selasa (14/1/2020), membalikkan rekor intraday tertinggi sebelumnya.

Pelemahan .enyusul laporan bahwa AS kemungkinan akan mempertahankan tarif barang-barang China hingga pemilihan presiden pada November.

Dilansir dari Reuters, penghapusan tarif oleh Washington akan tergantung pada kepatuhan Beijing terhadap perjanjian perdagangan fase pertama yang diperkirakan akan ditandatangani pada hari Rabu (15/1).

Joe Saluzzi, co-manager Themis Trading mengatakan, dengan indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi atau setara dengan sekitar 18 kali rasio harga saham terhadap pendapatan, pelaku pasar menafsirkan laporan tersebut sebagai alasan untuk melakukan aksi jual.

"Kami berada di pasar Jason Bourne. Hal pertama yang dilakukan Jason Bourne ketika dia masuk ke sebuah ruangan adalah mencari pintu keluar, untuk berjaga-jaga,” kata Saluzzi, seperti dikutip Reuters.

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,11 persen ke level 28.939,67 poin, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 0,15 persen ke level 3.283,15. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turun 0,24 persen ke 9.251,33.

Ketiga indeks sempat menyentuh rekor tertinggi intraday sebelum kehilangan posisi di perdagangan sore. Wall Street telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, dipicu oleh optimisme bahwa gencatan perang dagang AS-China akan meningkatkan pendapatan perusahaan.

China telah berjanji untuk membeli barang-barang manufaktur dari AS senilai hampir US$ 80 miliar selama dua tahun ke depan dan pasokan energi senilai lebih dari US$ 50 miliar.

Mengawali musim pendapatan kuartal keempat, JPMorgan Chase & Co naik 1,2 persen setelah melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan menyusul kekuatan dalam perdagangan dan bisnis penjaminan.

Wells Fargo & Co merosot 5,4 persen setelah melaporkan penurunan laba karena menyisihkan US$1,5 miliar untuk biaya hukum. Citigroup Inc menguat 1,6 persen karena melampaui estimasi laba Wall Street.

Analis memperkirakan laba emiten S&P 500 turun 0,5 persen untuk kuartal kedua berturut-turut, menurut data Refinitiv IBES, sebagian besar karena hambatan dalam sektor energi dan laba industri yang telah terpukul oleh perang perdagangan yang berkepanjangan.

Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,11 persen ke level 28.939,67, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 0,15 persen ke level 3.283,15. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite turun 0,24 persen ke 9.251,33.

 

Pergerakan bursa saham AS
IndeksLevelPerubahan (persen)
Dow Jones28.939,67+0,11
S&P 5003.283,15-0,15
Nasdaq9.251,33-0,24

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top