Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Targetkan Dana Kelolaan Rp15 Triliun, Panin AM Andalkan RD Saham

Panin Asset Management menargetkan menargetkan dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) mencapai Rp15 triliun pada 2020, meningkat 18,67 persen year on year (yoy) dari Rp12,64 triliun pada 2019.
Panin Asset Management/Facebook
Panin Asset Management/Facebook

Bisnis.com, JAKARTA - Panin Asset Management menargetkan menargetkan dana kelolaan atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) mencapai Rp15 triliun pada 2020, meningkat 18,67 persen year on year (yoy) dari Rp12,64 triliun pada 2019.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan pada tahun ini manajemen menargetkan NAB mencapai Rp15 triliun. Tahun lalu, Panin AM memiliki dana kelolaan Rp12,64 triliun dari 47 produk.

“Dari sisi produk, kita kemungkinan tambah 6 reksa dana terproteksi sesuai keinginan institusi. Untuk reksa dana terbuka kita masih percaya dengan produk existing,” tuturnya saat dihubungi Bisnis.com, Minggu (12/1/2020).

Pada 2020 reksa dana saham diprediksi memberikan imbal hasil paling tinggi. Sejumlah sektor potensial yang masuk portofolio Panin AM ialah properti, komoditas, dan perbankan.

“Kami paling bullish terhadap reksa dana saham pada 2020. Kami ada berbagai produk RD saham aktif dengan strategi portofolio berbeda,” imbuhnya.

Panin AM meyakini target harga wajar IHSG pada 2020 sebesar 7.300—7.500. Ada tiga faktor yang mendorong penguatan pasar.

Pertama, pemulihan harga CPO yang mendorong daya beli masyarakat. Kedua, berkurangnya risiko politik dibandingkan tahun lalu dan penerapan Omnibus Law. Ketiga, kembali masuknya investor asing ke pasar modal domestik.

Dia optimistis sejumlah produk reksa dana saham Panin AM menghasilkan return dobel digit pada tahun ini. Adapun, reksa dana pendapatan tetap diperkirakan meningkat 7 persen-9 persen.

Untuk reksa dana pendapatan tetap, perusahaan akan menyeimbangkan komposisi obligasi pemerintah dan korporasi. Reksa dana pasar uang (RDPU) menggunakan deposito dari bank buku III dan perbankan buku I—II secara selektif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper