Ringkasan Perdagangan 5 Desember: IHSG Rebound, Rupiah Lanjutkan Momentum Penguatan

Indeks Harga Saham Gabungan mampu rebound dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, didorong oleh sentimen domestik dan regional.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  21:00 WIB
Ringkasan Perdagangan 5 Desember: IHSG Rebound, Rupiah Lanjutkan Momentum Penguatan
Pengunjungi mengamati layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (15/11/2019). - ANTARA /Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan mampu rebound dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, didorong oleh sentimen domestik dan regional.

Sementara itu, nilai tukar rupiah mampu mempertahankan momentum apresiasinya terhadap dolar AS menyusul koreksi indeks dolar AS.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (5/12/2019):

Sentimen Domestik dan Regional Topang Penguatan IHSG Hingga Akhir Perdagangan

Sentimen dari dalam dan luar negeri membantu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (5/12/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,64 persen atau 39,24 poin ke level 6.152,12 pada akhir perdagangan dari level penutupan sebelumnya.

Indeks mulai bangkit dari zona merah dengan dibuka naik 0,31 persen atau 19,16 poin di posisi 6.132,04 pada Kamis (5/12) pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.131,59-6.157,93.

Delapan dari sembilan sektor IHSG menetap di zona hijau pada akhir perdagangan, dipimpin sektor aneka industri yang menguat 1,91 persen dan disusul sektor pertanian yang naik 1,83 persen. Di sisi lain, sektor barang konsumsi melemah 0,33 persen.

Sebanyak 214 saham menguat, 202 saham melemah, dan 249 saham stagnan dari 665 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 37 poin atau 0,26 persen ke level Rp14.068 pada akhir perdagangan, setelah bergerak pada kisaran Rp14.068-Rp14.096 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah dibuka menguat 10 poin atau 0,07 persen di level Rp14.095 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,120 poin atau 0,12 persen ke level 97,528 pada pukul 15.51 WIB.

Ekspektasi Kesepakatan Perdagangan Kembali Meningkat, Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat tipis pada perdagangan Kamis (5/12/2019) menyusul kemungkinan bahwa China dan Amerika Serikat akan segera menutup kesepakatan "fase pertama" untuk mengakhiri perang perdagangan.

Namun, pesan yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump sebelumnya menahan penguatan bursa lebih lanjut.

Indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat 0,5 persen, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,48 persen dan 0,71 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,74 persen dan 0,77 persen.

Ekspektasi bahwa kesepakatan perdagangan akan segera terwujud berasal dari laporan Bloomberg pada hari Rabu bahwa kedua belah pihak dekat dengan kesepakatan "fase pertama", dan pernyataan Trump bahwa pembicaraan berjalan "sangat baik" setelah sebelumnya ia mengatakan mungkin perlu waktu hingga thun 2020 untuk mencapai kesepakatan.

 

Pergerakan Harga Emas Hari Ini

Harga emas Comex terpantau stagnan pada level US$1.480,20 per troy ounce pada pukul 15.52 WIB.

Sebelumnya, harga emas Comex kontrak Februari 2020 dibuka melandai 0,01 persen atau 0,2 poin di level US$1.480 per troy ounce.

Sementara itu harga emas batangan di Pegadaian hari ini, Kamis (5/12/2019), mayoritas mengalami kenaikan dibandingkan posisi pada Rabu (4/12/2019). Emas cetakan Antam ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp411.000 atau naik Rp1.000 dibandingkan posisi pada Rabu. Sedangkan harga emas cetakan UBS ukuran yang sama stagnan di level Rp398.000.

Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) November 2019 Menguat

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) November naik 5,75% dari US$59,82 per barel pada  Oktober 2019 menjadi US$63,26 per barel. ICP SCL juga naik sebesar 6,1% dari US$59,98 per barel menjadi US$63,64 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia mengatakan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada November 2019 mengalami kenaikan. Respons positif dari Presiden Amerika Serikat (AS) dan Pemerintah China dinilai meningkatkan harapan pada perbaikan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak mentah global.

Kenaikan harga minyak mentah di kawasan Asia Pasifik juga dipengaruhi oleh tingkat pengolahan kilang yang terus menguat dengan mulai beroperasinya sejumlah kilang pengolahan baru di China dan peningkatan oil throughput di negara Asia seperti Taiwan dan Jepang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top