Angka Inflasi Dirilis, IHSG Naik Lebih dari 1 Persen pada Akhir Sesi I

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (2/12/2019), pascarilis data inflasi bulan November.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  12:29 WIB
Angka Inflasi Dirilis, IHSG Naik Lebih dari 1 Persen pada Akhir Sesi I
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Senin (2/12/2019), pascarilis data inflasi bulan November.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menanjak 1,18 persen atau 71,16 poin ke level 6.082,99 pada akhir sesi I dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (29/11), indeks mengakhiri pergerakannya di level 6.011,83 dengan kenaikan tajam 0,99 persen atau 58,77 poin.

Penguatan indeks mulai berlanjut dengan dibuka naik 0,20 persen atau 11,78 poin di posisi 6.023,61 pada Senin (2/12) pagi. Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG bergerak di level 6.023,01 - 6.090,01.

Seluruh sembilan sektor IHSG menetap di zona hijau pada akhir sesi I, dipimpin barang konsumen (+1,80 persen), tambang (+1,56 persen), dan properti (+1,31 persen).

Sebanyak 258 saham menguat, 124 saham melemah, dan 282 saham stagnan dari 664 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 1,96 persen dan 3,88 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG pada akhir sesi I.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 naik tajam 1,25 persen atau 6,63 poin ke level 536,17 dan indeks saham syariah Jakarta Islamic Index menguat 1,06 persen atau 7,07 poin ke posisi 674,51 pada akhir sesi I.

Badan Pusat Statistik (BPS) pagi tadi mengumumkan angka inflasi bulan November 2019. Berdasarkan data tersebut, BPS memperkirakan target inflasi akan tercapai.

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2019 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, inflasi tahun kalender 2019 tercatat 2,37 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun atau yoy tercatat 3,00 persen.

"Dengan melihat angka inflasi ini, tampaknya target inflasi akan tercapai," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (2/12).

Sebelumnya, Bank Indonesia memprakirakan inflasi pada November masih rendah dan terkendali meski ada peluang naik tipis jelang liburan akhir tahun.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyatakan secara musiman inflasi pada November tidak naik. Umumnya, pada bulan ini inflasi masih rendah dan terkendali. Oleh sebab itu, dia masih yakin prediksi tahun ini inflasi pada 3,1 persen sampai 4 persen pasti tercapai.

Dari luar negeri, sentimen positif rilis data manufaktur China turut menopang IHSG. Indeks saham lainnya di Asia ikut bergerak positif,  Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing menguat 1 persen dan 0,97 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,19 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan blue chip CSI 300 China masing-masing naik 0,36 persen dan 0,50 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,38 persen pada pukul 12.18 WIB.

Survei bisnis swasta yang dirilis pada Senin (2/12) menunjukkan aktivitas pabrik China berekspansi dengan laju tercepatnya dalam hampir tiga tahun pada bulan November.

PMI manufaktur yang dirilis Caixin/Markit dilaporkan naik menjadi 51,8 pada November dari 51,7 pada bulan sebelumnya.

Sebelumnya, Biro Statistik Nasional China (NBS) melaporkan Purchasing Managers 'Index (PMI) menyentuh level 50,2 pada November, tertinggi sejak Maret. Raihan ini lebih tinggi dibandingkan dengan 49,3 pada bulan Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Inflasi

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top