Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wall Street Cetak Rekor Lagi, Ini Pendorongnya

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil mencetak rekor untuk hari ketiga berturut-turut meskipun volume perdagangan cenderung sepi menjelang libur Thanksgiving.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 November 2019  |  07:00 WIB
New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City - REUTERS
New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berhasil mencetak rekor untuk hari ketiga berturut-turut meskipun volume perdagangan cenderung sepi menjelang libur Thanksgiving.

Berdasarkan data Reuters, pada perdagangan Rabu (27/11/2019), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,42 persen di level 3.153,65, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,15 persen ke posisi 28.164, dan indeks Nasdaq Composite berakhir menanjak 0,66 persen di level 8.705,18.

Reli ketiga indeks saham utama tersebut didorong laporan bahwa pertumbuhan ekonomi AS sedikit meningkat pada kuartal III/2019, alih-alih melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Sementara itu, peningkatan yang stabil dalam belanja konsumen pada bulan Oktober menunjukkan ekonomi mungkin akan mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada kuartal keempat.

“Dari sudut pandang makro, laporan itu benar-benar sesuai dengan narasi kondisi yang terus tumbuh namun lambat,” ujar Bill Northey, direktur investasi senior di US Bank Wealth Management.

“Hal itu menghindari sebagian kekhawatiran bahwa ini mungkin lebih dari sekadar perlambatan tren yang kita hadapi selama kuartal yang lalu,” paparnya.

Data juga menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS mencatat peningkatan terbesar dalam sembilan bulan pada Oktober.

Data ekonomi tersebut menambah optimisme pasar setelah komentar Presiden Donald Trump pada Selasa (26/11) bahwa Amerika Serikat berada dalam tahap akhir dalam upaya mencapai kesepakatan dengan China.

Bursa AS telah berulang kali mencetak rekor level tertingginya bulan ini didorong harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China, musim laporan laba perusahaan kuartal ketiga yang sebagian besar melampaui ekspektasi, dan sikap The Fed yang terkesan dovish soal suku bunga.

Indeks S&P 500 kini telah mencetak rekor level penutupan tertinggi dalam lima dari sembilan sesi perdagangan terakhir.

Volume perdagangan pada Rabu (27/11/2019) relatif di antara yang terendah tahun ini menjelang libur Thanksgiving pada Kamis (28/11/2019). Aktivitas perdagangan pasar saham akan tutup lebih awal pada Jumat (29/11/2019).

Pergerakan Bursa Wall Street 27 November

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

28.164

+0,15

S&P 500

3.153,65

+0,42

Nasdaq

8.705,18

+0,66

Sumber: Reuters

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as amerika serikat wall street
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top