Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AKSI EMITEN 25 NOVEMBER: WTON Realisasikan 61,17 Persen Target, Kala Cuaca Hambat Kinerja Kontraktor

Berita mengenai realisasi kontrak baru PT Wijaya Karya Beton Tbk serta kinerja kontraktor yang terhambat faktor cuaca menjadi sorotan halaman market harian Bisnis Indonesia, Senin (25/11/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 November 2019  |  08:39 WIB
Pekerja melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum'at (22/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum'at (22/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai realisasi kontrak baru PT Wijaya Karya Beton Tbk serta kinerja kontraktor yang terhambat faktor cuaca menjadi sorotan halaman market harian Bisnis Indonesia, Senin (25/11/2019).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

WTON Realisasikan 61,17 Persen Target. Kontrak baru senilai Rp5,2 triliun yang dikantongi PT Wijaya Karya Beton Tbk. sepanjang Januari—Oktober 2019 didominasi oleh sektor infrastruktur. Adapun, pencapaian hingga bulan ke-10 tahun ini baru sekitar 61,17% dari target 2019 senilai Rp8,5 triliun.

Kala Cuaca Hambat Kinerja Kontraktor. Memasuki bulan sepuluh tahun ini, curah hujan mulai menghambat kinerja operasioanal emiten kontraktor pertambangan. Lantas, apakah rintangan tersebut akan menghalangi laju kinerja emiten hingga akhir tahun?

Obligasi Untung, Saham Buntung. Indeks reksa dana pendapatan tetap diperkirakan menjadi satu-satunya yang tumbuh dobel digit pada akhir tahun ini, sedangkan yang berbasis saham kemungkinan tetap mendekam di zona merah seiring dengan minimnya sentimen positif.

Kinerja Pasar Saham Bakal Makin Tertekan. Kinerja pasar saham berpeluang makin tertekan di tengah maraknya skandal dalam industri pengelolaan investasi belakangan ini. Head of Investment Research Wawan Hendrayana mengatakan dalam rangka melindungi kepentingan investor, OJK bisa lebih menambah aspek transparansi lewat pengungkapan 10 besar underlying asset dari suatu produk reksa dana.

Emiten Logistik Makin Agresif. Emiten logistik bakal lebih agresif pada tahun depan menyusul rencana ekspansi yang telah disiapkan, di antaranya memperbesar porsi anggaran belanja modal pada 2020. Emiten yang siap melakukan ekspansi pada tahun depan, misalnya PT Satria Antaran Prima Tbk. dan PT Dewata Freight International Tbk. Keduanya bakal memperbesar bisnisnya untuk menangkap peluang bisnis logistik yang dinilai masih menjanjikan.

GOOD Siap Kerek Margin Laba. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. berharap dapat mengerek margin laba bersih pada akhir tahun ini, seiring dengan harga bahan baku yang lebih baik dan peningkatan penjualan.

Mesin Baru KPAS Beroperasi 2020. PT Cottonindo Ariesta Tbk. bakal memiliki kapasitas produksi sebesar 150 ton per bulan pada awal tahun depan, seiring dengan beroperasinya mesin baru jenis bleeching cotton. Sekretaris Perusahaan Johan Kurniawan mengatakan mesin bleeching cotton akan terpasang dan beroperasi mulai awal tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aksi emiten
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top