Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesepakatan AS-China Kembali Mengkhawatirkan, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 113,74 poin atau 0,41 persen ke 27.820,28, sedangkan indeks S&P 500 melemah 11,79 poin atau 0,38 persen ke 3.108,39 dan Nasdaq Composite turun 43,93 poin atau 0,51 persen ke level 8.526,73.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 November 2019  |  06:43 WIB
Bursa Saham AS - Reuters
Bursa Saham AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks utama bursa Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan rabu (20/11/2019) di tengah kekhawatiran bahwa kesepakatan perdagangan "fase pertama" antara AS dan China mungkin tidak akan selesai tahun ini.

Sementara itu, risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Oktober tampaknya hanya memberikan sedikit dorongan terhadap indeks.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menawarkan sedikit panduan terhadap perubahan pandangan bank sentral setelah memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini dan mengisyaratkan telah selesai dengan pelonggaran.

Wall Street memulai perdagangan di zona merah setelah langkah Senat AS yang bertujuan melindungi hak asasi manusia di Hong Kong di tengah protes berkepanjangan tampaknya meningkatkan ketegangan AS-China.

Kemudian indeks memperdalam kerugian, mencapai sesi terendah pada sore hari setelah laporan Reuters yang mengutip para ahli dan orang-orang yang dekat dengan Gedung Putih bahwa penyelesaian kesepakatan perdagangan AS-China dapat ditunda hingga tahun depan.

"Kami memiliki tenggat waktu 15 Desember yang ditetapkan Trump untuk kenaikan tarif. Harapannya di pasar bahwa kesepakatan fase pertama akan dilakukan sebelum itu," kata Scott Ladner, kepala investasi di Horizon Investments, seperti dikutip Reuters.

Meskipun indeks berakhir di atas posisi terendah sesi mereka, Ryan Detrick, ahli analis pasar senior di LPL Financial di Charlotte, North Carolina, mengatakan pasar akan melemah harena hingga Rabu, S&P belum mencatatkan dua penurunan berturut-turut dalam 30 hari perdagangan.

Tetapi Detrik khawatir bahwa ketegangan AS-China  atas Hong Kong bisa menjadi faktor besar dalam kemajuan kesepakatan perdagangan.

"Jelas bahwa laporan itu menyebabkan sedikit kegelisahan yang mengingatkan kita bahwa pasar dipimpin oleh diskusi perdagangan," kata Detrick.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 113,74 poin atau 0,41 persen ke 27.820,28, sedangkan indeks S&P 500 melemah 11,79 poin atau 0,38 persen ke 3.108,39 dan Nasdaq Composite turun 43,93 poin atau 0,51 persen ke level 8.526,73.

Sebelum penurunan Rabu, meningkatnya harapan untuk kesepakatan perdagangan dan musim laba kuartal ketiga yang cukup kuat telah membantu indeks mencatat rekor tertinggi bulan ini.

Penurunan pasar pada Rabu berbasis luas, dengan delapan dari 11 sektor S&P 500 jatuh dan hanya sektor utilitas, real estat, dan energi yang menguat.

Sektor teknologi yang sensitif terhadap perdagangan turun 0,7 persen dan menjadi hambatan terbesar pada indeks, sementara indeks Philadelphia Semiconductor turun 1,2 persen.

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat
IndeksLevelPerubahan (persen)
Dow Jones27.820,28-0,41
S&P 5003.108,39-0,38
Nasdaq8.526,73-0,51

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top