Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Pendapatan Cisco Suram, Wall Street Berakhir Variatif

Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (14/11/2019), di tengah keraguan tentang kesehatan ekonomi global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 November 2019  |  06:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) berakhir variatif pada perdagangan Kamis (14/11/2019), di tengah keraguan tentang kesehatan ekonomi global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,08 persen di level 3.096,63, indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,01 persen ke posisi 27.781,96, dan indeks Nasdaq Composite berakhir terkoreksi 0,04 persen di level 8.479,02.

Dilansir dari Reuters, prakiraan yang buruk dari perusahaan teknologi Cisco Systems memunculkan pertanyaan baru tentang kesehatan ekonomi global dan membayangi kuatnya laporan peritel besar Walmart.

Saham Cisco tertekan setelah produsen gear jaringan ini memproyeksikan pendapatan kuartal kedua dan laba di bawah ekspektasi karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi global mendorong klien menghindari lebih banyak pengeluaran untuk router dan switch-nya.

Penurunan saham Cisco membebani ketiga indeks utama itu dan membantu menyeret sektor teknologi turun.

Sebaliknya, Walmart menaikkan prospek tahunannya. Peritel terbesar di dunia ini membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, penjualan yang sebanding, dan pertumbuhan e-commerce di pasar terbesarnya selama kuartal ketiga.

“Konsumen AS tetap ulet dan berada di tempat yang sehat,” ujar Margaret Reid, manajer portofolio senior di The Private Bank Union Bank, San Francisco.

“Ini dibandingkan dengan bagian ekonomi yang tampaknya masih terganggu dan terbebani oleh perdagangan AS-China serta volatilitas ekonomi dan politik global,” tambahnya.

Ketegangan perdagangan AS-China dipandang sebagai ketidakpastian utama pasar selama ini. Harapan kesepakatan perdagangan "fase satu" antara dua negara berekonomi terkuat di dunia itu telah menjadi faktor utama yang mendukung penguatan saham.

Faktor penguat lain adalah penurunan suku bunga oleh Federal Reserve, rilis laporan laba korporasi untuk kuartal ketiga yang lebih baik daripada ekspektasi, dan tanda-tanda bahwa ekonomi mungkin telah mencapai titik terbawahnya.

Pada Kamis (14/11), Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan risiko ekonomi AS untuk menghadapi pukulan dramatis sangatlah kecil. Investor selanjutnya akan menantikan data penjualan ritel AS pada Jumat (15/11) untuk mengukur kesehatan ekonomi.

Pergerakan Bursa Wall Street 14 November

Indeks

Level

Perubahan (persen)

Dow Jones

27.781,96

-0,01

S&P 500

3.096,63

+0,08

Nasdaq

8.479,02

-0,04

Sumber: Bloomberg

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street cisco
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top