Porsi Kepemilikan Saham Investor Lokal Kini Nyaris Saingi Investor Asing

Pada 2014, porsi kepemilikan saham investor lokal masih 35,51 persen. Kini, angkanya meningkat menjadi 49,36 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 November 2019  |  15:52 WIB
Porsi Kepemilikan Saham Investor Lokal Kini Nyaris Saingi Investor Asing
Siluet karyawan di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kepemilikan investor lokal di pasar modal Indonesia terus bertambah dan hampir menyaingi porsi yang dimiliki investor asing selama 5 tahun terakhir.
 
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per 19 September 2019, porsi kepemilikan investor lokal di pasar modal Indonesia mencapai 49,36 persen, sedangkan investor asing sebesar 50,64 persen. 

Posisi itu jauh membaik dibandingkan posisi pada 2014, ketika porsi kepemilikan investor lokal sebesar 35,51 persen dan asing sebesar 64,49 persen.

Begitu pula untuk aktivitas trading, investor lokal tercatat lebih aktif melakukan transaksi dengan porsi sebesar 67,89 persen sedangkan investor asing sebesar 32,11 persen.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Octavianus Budiyanto mengapresiasi perbaikan tersebut, yang menunjukkan bahwa investor lokal mulai unjuk gigi. Namun, dia tetap mengingatkan bahwa tingkat keaktifan investor dalam bertransaksi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

Ocky, panggilan akrabnya, mengungkapkan dari 1,2 juta investor saham saat ini, masih kurang dari 100.000 investor yang melakukan transaksi harian. Sementara itu, yang melakukan transaksi aktif sebulan sekali hanya di bawah 200.000 investor.

"Kalau dilihat data kepemilikan sekarang, investor lokal hampir mendekati investor asing. Kalau dulu kan sangat jomplang,” papar Ocky, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Kresna Sekuritas, kepada Bisnis pada Selasa (12/11/2019).

Adapun tingkat kepemilikan dan keaktifan investor lokal dalam bertransaksi di pasar saham dapat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki imunitas terhadap aksi jual (net sell) yang kerap kali dilakukan investor asing di negara berkembang termasuk Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investor, saham

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top