Ganti Menteri, BUMN Didorong Berorientasi Profit

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai harus memiliki pandangan profit oriented.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  14:44 WIB
Ganti Menteri, BUMN Didorong Berorientasi Profit
Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini dijabat oleh Erick Thohir dinilai harus memiliki pandangan profit oriented.

Managing Director and Head of Equity Capital Market PT Samuel International Harry Su menuturkan kriteria tersebut adalah yang paling penting bagi Menteri BUMN. Dengan demikian, proyek-proyek pemerintah akan diukur kelayakan untuk mendatangkan keuntungan.

"Dan ini dengan sendirinya akan secara otomatis merangkul sektor private juga," ujarnya Rabu (23/10/2019).

Sebelumnya, Harry menyebutkan salah satu pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan Menteri BUMN adalah merangkul sektor swasta untuk mau berinvestasi mengingat tumpukan beban utang BUMN yang semakin tinggi.

Dia menjelaskan BUMN dari sektor konstruksi dan perbankan telah memberikan sumbangsih positif bagi pembangunan infrastruktur pada pemerintahan Jokowi-JK dalam 5 tahun terakhir.

Namun, menurutnya pembangunan infrastruktur yang banyak ditangani oleh BUMN meninggalkan permasalahan utang. Pasalnya, untuk membiayai sejumlah proyek BUMN sektor konstruksi mengandalkan pinjaman, baik itu pinjaman bank, dari surat utang, maupun pinjaman bilateral dari luar negeri.

Harry menyebutkan berdasarkan data yang dirilis Bloomberg, net gearing ratio atau rasio jumlah pinjaman dibandingkan modal perusahaan BUMN di sektor konstruksi meningkat cukup signifikan dari sekitar 37,2% pada 2013 melonjak ke kisaran 143,4% pada semester I/2019.

Hal tersebut menurutnya memperlihatkan kemampuan permodalan BUMN sektor konstruksi untuk membiayai proyek infrastruktur ke depan sudah terbatas sehingga perlu menggandeng sektor swasta.

Dengan dilantiknya Erick Thohir sebagai Menteri BUMN pada Kabinet Indonesia Maju, Harry berpendapat sosok pengganti Rini Soemarno tersebut adalah seorang venture capitalist.

"Jadi, seharusnya beliau sangat profit-oriented," jelas Harry.

Terkait dengan pengumuman menteri Kabinet Indonesia Maju, Harry menilai aspek positif dari hal tersebut adalah kepastian bahwa simpanan dana aman di dalam negeri.

"Ini berasal dari penunjukan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dan Fachrul Razi, Jenderal Purnawirawan TNI, sebagai Menteri Agama," tutupnya.

Laba (Rugi) 20 BUMN Tbk. 2016-2018

(Rp Miliar)

Kode Saham201620172018
SMGR4.521,591,620.993,079.11
SMBR259,08146.6476.07
WSKT1.713.,263,881.713,962.83
WIKA1.011,821,202.061,730.25
PTPP1.023,361,453.141,501.97
ADHI313,45522.93644.15
PTBA2.006,184,476.445,023.94
ANTM64,81136.5874.42
TINS251,83502,43531,35
KAEF267,41326,78415,89
INAF-17,36-46,28-32,73
KRAS (US$ Juta)-171,69-81,74-74,81
PGAS (US$ Juta)304,32196,90304,99
JSMR1.770,722.200,252.202,60
GIAA (US$ Juta)8,06-216,58-179,23
BMRI13.806,5620.639,6825,015.02
BBNI11.338,7413.616,4715.015,11
BBRI26.234,2528.997,1432.351,13
BBTN2.618,903.027,462.807,92

Sumber: Laporan Keuangan, diolah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn, erick thohir

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top