Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Kurangi Penerbitan Global Bonds

Kementerian Keuangan masih akan tetap mengeluarkan surat utang negara (SUN) berdenominasi mata uang asing (global bonds) pada 2020. Mata uang yang akan digunakan pun rencananya masih sama seperti tahun ini, yakni dolar AS, Euro, dan Yen (Samurai Bonds).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  06:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan surat utang negara berdenominasi mata uang asing (global bonds) masih akan dilakukan pemerintah pada 2020. Kendati demikian, frekuensi penerbitannya akan dibatasi guna mengurangi pengeluaran negara.

Hal tersebut dikatakan Direktur Surat Utang Negara Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Loto Srianaita Ginting saat ditemui di Jakarta pada Senin (21/10/2019) siang.

Menurut Loto, Kementerian Keuangan masih akan tetap mengeluarkan surat utang negara (SUN) berdenominasi mata uang asing (global bonds) pada 2020. Mata uang yang akan digunakan pun rencananya masih sama seperti tahun ini, yakni dolar AS, Euro, dan Yen (Samurai Bonds).

Kendati demikian, ia mengatakan pihaknya berharap agar penerbitan global bonds lebih sedikit bila dibandingkan dengan 2019. Penerbitan global bonds yang banyak dalam jangka waktu pendek menurutnya akan berdampak pada pengeluaran utang bruto negara yang tidak kalah besar.

Loto melanjutkan, penerbitan global bonds amat bergantung pada suku bunga global yang tengah berlaku. Hal ini membuat Indonesia juga akan terkena dampak penurunan maupun kenaikan suku bunga di dunia. 

"Nanti dapat berdampak negatif terhadap keuangan negara. Kalau dilihat saat ini pengaruh global ke Indonesia masih baik karena penurunan suku bunga," ujarnya. 

Menurut Loto, saat ini rencana penerbitan global bonds 2020 masih dalam tahap exercise. Ia memperkirakan Kemenkeu sudah akan memiliki strategi penerbitan dan jenis-jenis global bond antara November-Desember 2019.

Sepanjang 2019, Kementerian Keuangan mengeluarkan global bonds berdenominasi valuta asing dolar Amerika Serikat, euro, dan yen Jepang atau Samurai Bonds. Obligasi Samurai Bonds yang dikeluarkan pada 2019 berjumlah 177 miliar yen dalam enam seri.

Sementara itu penerbitan dengan valuta asing euro dan dolar AS masing-masing bernilai 750 juta euro dan US$750 juta.


Data dari DJPPR Kementerian Keuangan, hingga Oktober 2019 aksi beli surat berharga negara (SBN) oleh investor asing secara akumulatif mencapai Rp7,15 triliun. Angka tersebut membawa kepemilikan SBN oleh investor asing menjadi Rp1.036,54 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global bond
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top