Laba Unilever (UNVR) Turun 24,37 Persen, Apa Kata Manajemen?

Penjualan domestik PT Unilever Indonesia Tbk. tercatat sebesar Rp30,8 triliun dan penjualan ekspor sebesar Rp1,6 triliun.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  18:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam periode Januari-September 2019, PT Unilever Indonesia Tbk. mengantongi laba Rp5,51 triliun. Nilai itu menyusut 24,37 persen secara tahunan, apa komentar manajemen emiten berkode saham UNVR ini?

Manajemen Unilever Indonesia menuturkan laba yang tertekan pada periode 9 bulan 2019 itu terjadi karena pada kuartal III/2018 perseroan memperoleh tambahan laba bersih sebesar Rp2,1 triliun dari hasil penjualan divisi kategori spreads.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menjelaskan perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp32,4 triliun per 30 September 2019. Penjualan ini terdiri dari penjualan domestik sebesar Rp30,8 triliun dan ekspor sebesar Rp1,6 triliun.

Tanpa memperhitungkan penjualan penjualan kategori spreads, emiten bersandi saham UNVR ini membukukan pertumbuhan penjualan domestik sebesar 6,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Jika dilihat lebih lanjut, penjualan domestik spesifik pada kuartal III/2019 sebesar Rp10,3 triliun meningkat sebesar 6,2% dibandingkan dengan kuartal III/2018 sebesar Rp 9,7 triliun," terangnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, perseroan mengantongi tambahan laba bersih sebesar Rp2,1 triliun dari hasil penjualan kategori spreads pada kuartal III/2018.

Tanpa memperhitungkan tambahan dari hasil penjualan kategori spreads, dividen per saham (earning per share/EPS) hingga kuartal III/2019 sebesar Rp722, meningkat sebesar 11,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp649.

"Tanpa memperhitungkan laba dari penjualan bisnis spreads dan juga hasil dari bisnis spread, maka laba tumbuh 11,3%," katanya ketika dimintai konfirmasi pada Kamis (17/10/2019).

Sancoyo menambahkan pertumbuhan penjualan perseroan didorong oleh inovasi dan keunggulan operasional, sedangkan pertumbuhan laba dibantu oleh input cost yang stabil.

"Kami percaya perseroan perlu terus menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kami juga percaya bisnis perseroan hanya bertumbuh jika masyarakat sehat dan sejahtera, sehingga penting bagi perseroan dan brand-nya untuk senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unilever, kinerja emiten

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top