Investor Risk-Off, Lelang SUN Diproyeksi Terhimpit

Pada kuartal IV/2019, Pemerintah rencananya akan melakukan lelang sebanyak 11 kali dengan target Rp101,47 triliun.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  09:49 WIB
Investor Risk-Off, Lelang SUN Diproyeksi Terhimpit
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan lelang surat utang negara (SUN) yang digelar hari ini terhimpit melejitnya risiko pasar modal global.

Dikutip dari hasil risetnya, Selasa (8/10/2019), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Dhian Karyantono mengatakan kondisi pasar modal global cenderung risk-off sehingga minat terhadap SUN dan rupiah turun. Dengan demikian, dia memperkirakan lelang SUN hari ini hanya mendapat penawaran masuk di kisaran Rp20 triliun hingga Rp40 triliun. 

"Minat investor dalam lelang SUN hari ini, kemungkinan berkisar antara Rp20 triliun  hingga Rp40 triliun," katanya. 

Di sisi lain, dia menyebut terdapat potensi pelaku pasar memilih menanti sampai lelang berikutnya karena berharap Bank Indonesia dan The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuan. 

"Selain karena kondisi pasar modal global yang cenderung risk-off, perkiraan turunnya minat investor dalam lelang SUN hari ini juga disebabkan oleh masih adanya agenda lelang SUN berikutnya," katanya. 

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Pemerintah menetapkan target indikatif Rp15 triliun dan target maksimal Rp30 triliun dari penawaran tujuh seri SUN.

Adapun, SUN kupon diskonto diwakili SPN12200106 dan SPN12201009. SUN seri SPN12200106 jatuh tempo pada 6 Januari 2020 dan seri SPN12201009 yang merupakan seri baru, jatuh tempo pada 9 Oktober 2020.

Seri lain yang ditawarkan merupakan seri lama yakni FR0081 dengan kupon 6,5% dan jatuh tempo pada 15 Juni 2025, FR0082 dengan kupon 7% dan jatuh tempo pada 15 September 2030 serta FR0080 dengan kupon 7,5% yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035.

Terakhir, seri FR0079 yang menawarkan kupon 8,375% dan jatuh tempo pada 15 April 2039 serta FR0076 dengan kupon 7,375% dan jatuh tempo pada 15 Mei 2048.

Pada kuartal IV/2019, Pemerintah rencananya akan melakukan lelang sebanyak 11 kali dengan target Rp101,47 triliun. 

Pemerintah telah menargetkan penerbitan bersih surat utang pada 2019 sebesar Rp389 triliun. Tercatat, hingga akhir kuartal III/ 2019 Pemerintah telah menerbitkan Surat Berharga Negara melalui lelang senilai Rp539,8 triliun. 

Perinciannya, Rp221,61 triliun diperoleh pada kuartal I/2019 dan Rp132,96 triliun pada kuartal II/2019. Terakhir, pada kuartal III/2019 telah diterbitkan surat utang senilai Rp185,28 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top