Anak Usaha Dapat Hak Eksklusif Pepsi, Saham ICBP Jadi Favorit

AIBM ditunjuk oleh PepsiCo Inc. (PepsiCo) untuk memproduksi, menjual, dan mendistribusikan secara eksklusif produk minuman non alkohol dengan menggunakan merek-merek milik PepsiCo di wilayah Indonesia sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian Exclusive Bottling Agreement (EBA) dengan PepsiCo.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 06 Oktober 2019  |  21:42 WIB
Anak Usaha Dapat Hak Eksklusif Pepsi, Saham ICBP Jadi Favorit
Karyawan melintas di depan layar pergerakan saham di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (29/4/2019)./ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Indonesia CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) masih menjadi favorit analis seiring dengan kinerjanya yang kian solid.

Pada perdagangan Jumat (4/10/2019), saham emiten Grup Salim itu menguat 0,20 persen pada harga Rp12.225. Di level itu, saham ICBP menguat 25 poin di tengah beredarnya informasi kerja sama antara PepsiCo dengan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur (AIBM) berakhir.

Corporate Secretary Indonesia CBP Sukses Makmur Gideon A Putro menjelaskan AIBM merupakan entitas anak perseroan yang bergerak di bidang minuman non alkohol.

AIBM ditunjuk oleh PepsiCo Inc. (PepsiCo) untuk memproduksi, menjual, dan mendistribusikan secara eksklusif produk minuman non alkohol dengan menggunakan merek-merek milik PepsiCo di wilayah Indonesia sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan dalam perjanjian Exclusive Bottling Agreement (EBA) dengan PepsiCo.

Perjanjian EBA berlaku untuk jangka waktu 5 tahun dan berakhir pada 2019. Adapun, berakhirnya kerja sama dengan PepsiCo karena jangka waktu EBA sudah berakhir.

“AIBM dan PepsiCo telah sepakat untuk tidak melanjutkan jangka waktu EBA karena alasan komersial,” terangnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (4/10) malam.

Setelah kerja sama berakhir, perseroan akan terus berupaya mengembangkan kegiatan usaha di bidang minuman. Saat ini, ICBP memiliki beragam portofolio produk yang meliputi minuman teh siap minum, air minum dalam kemasan, serta minuman rasa buah yang dipasarkan dengan menggunakan merek Ichi Ocha, Club, dan Fruitamin.

Pada semester I/2019, produsen Indomie itu membukukan penjualan sebesar Rp22,13 triliun atau tumbuh 13,72 persen secara tahunan. Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,57 triliun atau tumbuh 12,38 persen secara tahunan.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (4/10/2019), dari 30 analis yang mencermati saham ICBP, mayoritas merekomendasikan beli terhadap saham emiten big caps itu. Sebanyak 20 analis merekomendasikan buy, 9 hold, dan 1 sell.

Head of Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan pertumbuhan penjualan ICBP pada semester I/2019 merupakan tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Kenaikan penjualan yang lebih banyak dipicu oleh kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), juga disertai dengan kenaikan volume penjualan divisi noodles sebesar 9 persen secara tahunan. Perseroan juga membukukan margin laba kotor tertinggi dalam 7 tahun terakhir.

Analis memperkirakan kenaikan penjualan ini didorong alokasi belanja sosial pemerintah yang meningkat tajam pada tahun ini, terutama penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH).

“Ini mendorong konsumsi masyarakat bawah ke produk seperti mi instan ICBP yang memiliki konsumen loyal,” katanya dikutip dari riset yang dirilis pada 2 Oktober 2019.

ICBP diperkirakan dapat mencapai penjualan mencapai Rp42,89 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan pada 2019. Sedangkan laba bersih mencapai Rp5,01 triliun atau tumbuh 9,6 persen secara tahunan di tahun ini.

Samuel Sekuritas menaikan rekomendasi menjadi beli terhadap saham ICBP dengan target harga Rp13.200 dengan proyeksi price earning ratio sebesar 28,2 kali pada 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
icbp

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top