Lunasi 2 Obligasi, Agung Podomoro Land (APLN) Kucurkan Rp566,87 miliar

APLN dapat merestrukturisasi kedua utang tersebut setelah mendapatkan dana segar berupa pinjaman offshore dan suntikan modal dari pemilik saham mayoritas.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  12:51 WIB
Lunasi 2 Obligasi, Agung Podomoro Land (APLN) Kucurkan Rp566,87 miliar
VP Marketing Development PT Agung Podomoro Land Tbk Rawisyah Aditya saat mengunjungi kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Rabu (18/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Agung Podomoro Land Tbk. menggelontorkan dana senilai total Rp566,87 miliar untuk mempercepat pelunasan pokok dan kupon dua obligasi perseroan. Pembayaran itu dilakukan pada Kamis (3/10/2019).

Obligasi yang dipercepat pelunasannya terdiri atas, pertama, Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2014 (APLN01CN4) dengan nilai pokok Rp451 miliar, bunga gross Rp2,19 miliar, dan insentif Rp11,9 miliar.

Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2015 (APLN01CN3) dengan nilai pokok Rp99 miliar, bunga gross Rp247,5 juta, dan insentif Rp2,53 miliar.

Percepatan pelunasan dengan ditambah insentif itu telah mendapat persetujuan pemegang obligasi dalam rapat umum pemegang obligasi (RUPO) yang digelar pada pekan lalu.

Agung Podomoro Land memutuskan untuk mempercepat pelunasan karena jumlah utang tidak sebanding dengan Central Park yang dijadikan sebagai jaminan bernilai Rp6,3 triliun. Oleh karena pelunasan obligasi dipercepat, Agung Podomoro perlu memberikan bunga tahun berjalan plus insentif kepada pemegang obligasi.

Dalam keterbukaan informasi, dengan percepatan pelunasan utang tidak akan ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten.

Sebagai informasi, APLN dapat merestrukturisasi kedua utang tersebut setelah mendapatkan dana segar berupa pinjaman offshore dan suntikan modal dari pemilik saham mayoritas.

Credit Opportunities II Pte. Limited memberikan dana pinjaman US$127 juta setara dengan setara dengan Rp1,79 triliun. Sementara pemilik mayoritas, PT Indofica akan menyetorkan dana sebesar Rp769,33 miliar dan Trihatma Kusuma Haliman akan menyetorkan dana sebesar Rp30,66 miliar.

Sebagai informasi, Indofica merupakan pemegang saham mayoritas dengan jumlah saham mencapai 15,57 miliar saham setara dengan 80,41%, sedangkan Trihatma Kusuma Haliman memiliki 3,20% saham yang setara dengan 620,69 juta saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, agung podomoro

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top