Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bahana TCW Investment Management Segera Luncurkan ETF Bisnis-27

Produk Reksa Dana Indeks Bahana ETF Bisnis-27 ini akan tercatat di Papan Pencatatan Unit Penyertaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 September 2019  |  19:28 WIB
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bahana TCW Investment Management segera meluncurkan produk reksa dana Exchange Traded Fund (ETF) dengan mengacu pada indeks Bisnis-27 dalam waktu dekat.

Produk Reksa Dana Indeks Bahana ETF Bisnis-27 ini akan tercatat di Papan Pencatatan Unit Penyertaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Dalam surat pengumuman Bursa Efek Indonesia tertanggal 25 September 2019, apabila seluruh syarat pencatatan yang diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-C tentang Pencatatan dan Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif telah dipenuhi, produk ini akan dicatatkan menggunakan kode XBIN.

Produk ETF Bahana TCW Investment Management itu mengacu pada indeks Bisnis-27yang merupakan hasil kerja sama antara Bisnis Indonesia dengan PT Bursa Efek Indonesia. Indeks tersebut pertama kali diluncurkan pada 27 Januari 2009.

Indeks ini terdiri dari 27 anggota konstituen yang mewakili seluruh sektor di pasar modal Indonesia. Penyusunan Indeks Bisnis-27 ini menggunakan metodologi market value weighted index dengan mempertimbangkan asessment pada aspek fundamental untuk mengukur kinerja perusahaan, teknikal pada data perdagangan secara historis, dan aspek akuntabilitas konstituen yang berdasarkan pada good corporate governance.

Dari sentimen pasar pada Kamis (26/9/2019), Head of ETF PT Indo Premier Sekuritas Alexander Salim lewat riset hariannya menjelaskan bahwa investor telah menyambut positif pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan dengan China bisa terjadi lebih cepat.

IHSG pun menguat 1,36% ke level 6.230 pada akhir perdagangan Kamis (26/9/2019), didorong oleh sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing menguat 2,61% dan 2,16%.

Berikut beberapa data perdagangan produk ETF hari ini:

XIPI, produk ETF berbasis saham-saham indeks acuan Pefindo I-Grade mencatatkan penguatan NAV terbesar 2,16% ke level Rp174 dengan indeks acuannya Pefindo I-Grade menguat 2,09%. Produk ini merupakan ETF pasif dan full replication terhadap saham-saham portofolio indeks acuan pefindo I-grade dari PT Indo Premier Investment Management.

“[Penguatan indeks acuan XIPI] didorong oleh penguatan sektor infrastruktur yang naik 2,16% dan berbotot 20,1%, serta sektor keuangan yang naik 1,79% dengan bobot 60,7%,” tulis Alexander, seperti dikutip pada Kamis (26/9/2019).

XPES, produk ETF berbasis saham-saham Universe ISSI, mencatatkan kenaikan NAV terkecil yang hanya tumbuh 1,30% ke level Rp434. Bobot sektor keuangan yang naik 1,79% pada XPES sangat rendah sebesar 0,99% menjadikan kenaikan NAV ETF ini dibawah IHSG.

Adapun, XPES merupakan ETF yang dikelola aktif dengan universe saham-saham ISSI dari PT Pinnacle Persada Investama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana etf pt bahana tcw investment management
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top