Efek Konspirasi, Bursa Hong Kong Catat Performa Terburuk di Dunia

Bursa saham Hong Kong siap mengakhiri perdagangan pekan ini dengan mencatat performa terburuk di dunia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 September 2019  |  12:03 WIB
Efek Konspirasi, Bursa Hong Kong Catat Performa Terburuk di Dunia
Bursa Hong Kong - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Hong Kong siap mengakhiri perdagangan pekan ini dengan mencatat performa terburuk di dunia.

Meski indeks Hang Seng mampu beringsut ke posisi lebih tinggi pada hari ini, Jumat (20/9/2019), indeks saham acuan Hong Kong tersebut bergerak menuju penurunan mingguan sebesar 3,3 persen pada pukul 11.33 pagi waktu setempat, berdasarkan data Bloomberg.

Keresahan lokal berikut perang dagang Amerika Serikat-China telah berkonspirasi menyeret saham-saham wilayah ini ke level lebih rendah.

Sementara itu, langkah pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh bank sentral AS Federal Reserve pekan ini kecil kemungkinan akan memengaruhi biaya kredit untuk bisnis dan rumah tangga di kota yang bermata uang dolar ini.

Aksi protes para demonstran pro-demokrasi yang berlangsung selama berbulan-bulan telah mengecewakan para investor dan konsumen sekaligus meningkatkan prospek pelarian modal.

Berbagai indikator tampak melemah tajam pada Juli dan Agustus, menandakan bahwa kota tersebut dapat berujung pada resesi. Awal bulan ini, Fitch Ratings menurunkan rating utang jangka panjang dalam mata uang asing untuk Hong Kong dari AA+ menjadi AA, untuk pertama kalinya sejak 1995.

Menurut lembaga pemeringkat internasional tersebut, penurunan peringkat itu dilakukan seiring dengan meningkatnya keraguan mengenai pemerintahan Hong Kong akibat gejolak politik yang melandanya dalam beberapa waktu terakhir.

Langkahnya tak lama diikuti Moody's Investors Service Inc. yang merevisi rating kredit Hong Kong dari outlook stabil menjadi negatif, meskipun peringkat kredit jangka panjang tetap pada Aa2.

Unjuk rasa yang masih berlangsung dikatakan dapat menghambat pemerintah dan efektivitas kebijakan menjadi lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya, termasuk dampaknya terhadap fundamental kredit Hong Kong.

“Aksi protes merupakan hambatan terbesar pada sentimen. Jika masalah ini tidak diselesaikan, pasar akan tetap lemah,” ujar Alvin Cheung, associate director Prudential Brokerage Ltd., seperti dilansir Bloomberg.

“Pemerintah memperkirakan pukulan besar terhadap ekonomi kota (Hong Kong) pada semester kedua, dan hal ini bisa merembes hingga ke kinerja laba perusahaan serta membebani indeks Hang Seng,” jelasnya.

Saham MTR Corp. bergerak menuju penurunan sebesar 2,5 persen dalam 5 hari terakhir. Pekan ini, salah satu gerbong kereta api operator kereta bawah tanah itu tergelincir di Hong Kong.

Pengalaman tersebut menjadi pukulan terbaru bagi MTR yang selama ini telah menjadi sasaran dan medan pertempuran demonstrasi menentang kekangan Beijing. Indeks saham pengembang properti ikut bergerak menuju penurunan sebesar 2,5 persen.

Menurut Chairman MTR Corp. Rex Auyeung, protes anti-pemerintah telah menyebabkan penurunan jumlah penumpang di kereta bawah tanah Hong Kong.

"Kami melihat menurunnya tren warga menggunakan sistem ini,” ujar Auyeung dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg Television.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa hong kong

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top