Akankah Indeks Saham Hari Ini Kembali Menghijau?

Kepala riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan bahwa pergerakan IHSG secara teknikal terlihat mencoba whipsaw lower bollinger bands pada indikator RSI yang terlihat bullish reversal momentum.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 18 September 2019  |  06:20 WIB
Akankah Indeks Saham Hari Ini Kembali Menghijau?
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Jumat (9/11/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (18/9/2019) setelah sehari sebelumnya menghijau.

Kepala riset PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan bahwa pergerakan IHSG secara teknikal terlihat mencoba whipsaw lower bollinger bands pada indikator RSI yang terlihat bullish reversal momentum.

“Pergerakannya memberikan harapan teknikal rebound menutup gap dengan target mencapai moving average 200 hari dalam jangka waktu dekat. Dimana target moving average IHSG masih berada pada level 6.315,” tulisnya dalam keterangan tertulis.

Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak melanjutkan penguatan dengan support resistance 6.200-6.315. Saham-saham yang masih menarik dan dapat perhatikan di antaranya; LSIP, AALI, INKP, TKIM, GGRM, HMSP, BBNI, BNLI, TBIG, TLKM, ANTM, ASII.

Pada perdagangan Selasa (17/9), IHSG berakhir naik 0,28 persen atau 17,25 poin di level 6.236,69 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Enam dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin pertanian (+2,95 persen) dan infrastruktur (+1,50 persen). Tiga sektor lainnya ditutup di zona merah, dipimpin aneka industri yang turun 2,71 persen sekaligus membatasi besarnya kenaikan IHSG.

Dari 652 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 212 saham menguat, 181 saham melemah, dan 259 saham stagnan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. yang masing-masing naik 1,43 persen dan 1,18 persen menjadi penopang utama rebound IHSG.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sentimen negatif global dan sikap wait and see investor atas kebijakan suku bunga bank sentral.

“Pasar diperkirakan akan bersikap wait and see menjelang pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada Kamis (19/9) dini hari WIB.”

The Fed diantisipasi akan memangkas suku bunga acuannya dalam merespons perlambatan ekonomi global. Pada hari yang sama, pasar akan menantikan rilis kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

Investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp585,67 miliar mengiringi pelemahan rupiah yang turun 0,41 persen ke level Rp14.100 per USD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top