Ringkasan Perdagangan 13 September: IHSG Masih Melemah, Rupiah Terus Melaju di Zona Hijau

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Jumat (13/9/2019)
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 September 2019  |  17:25 WIB
Ringkasan Perdagangan 13 September: IHSG Masih Melemah, Rupiah Terus Melaju di Zona Hijau
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, terlepas dari penguatan mayoritas bursa saham Asia.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup melanjutkan penguatannya di tengah pelemahan indeks dolar AS, sedangkan harga emas bergerak menguat.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Jumat (13/9/2019):

  

Dibayangi Tekanan Jual, IHSG Ditutup Melemah Saat Bursa Asia Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,12 persen atau 7,33 poin ke level 6.334,84 pada akhir perdagangan hari ini, setelah dibuka dengan penguatan 0,43 persen atau 27,25 poin di level 6.369,42.

Padahal, indeks terus bergerak menguat sepanjang perdagangan hari ini, sebelum akhirnya menipis menjelang akhir perdagangan. IHSG bergerak fluktuatif di level 6.318,92 – 6.375,8.

Adapun pada perdagangan Kamis (12/9), IHSG berakhir melemah 0,62 persen atau 39,78 poin di level 6.342,17. 

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor tambang yang melemah 2,1 persen, disusul sektor industri dasar yang turun 0,73 persen. Di sisi lain, empat sektor menguat, dipimpin sektor pertanian yang naik 0,96 persen.

Sebanyak 164 saham menguat, 229 saham melemah, dan 258 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

 

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, 13 September 2019

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 27 poin atau 0,19 persen ke level Rp13.967 per dolar AS pada akhir perdagangan.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat 64 poin atau 0,46 persen di level Rp13.930 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah 0,221 poin atau 0,22 persen ke level 98,088 pada pukul 15.53 WIB.

 

Emas Berhasil Menguat Meski Tensi Dagang AS-China Mereda

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 13.45 WIB, harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,28% menjadi US$1.503 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2019 di bursa Comex bergerak melemah tipis 0,04% menjadi US$1.506 per troy ounce.

Wakil Presiden Riset Logam, Energi, dan Mata Uang Religare Broking Ltd Sugandha Sachdeva mengatakan bahwa AS dan China telah memberikan sinyal perdamaian menjelang negosiasi dagang yang dijadwalkan pada Oktober sehingga menumbuhkan kembali minat investor terhadap aset berisiko.

“Lingkungan dagang AS dan China yang panas kini telah mendingin, seharusnya begitu juga harga emas,” ujar Sugandha seperti dikutip dari Reuters, Jumat (13/9/2019).

 

Stimulus ECB & Penurunan Ketegangan AS-China Dorong Bursa Asia Menguat

Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (13/9/2019) menyusul tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan stimulus agresif dari Bank Sentral Eropa membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang terpantau menguat 0,5 persen ke level tertinggi sejak 1 Agustus, sementara indeks Topix dan Nikkei 225 ditutup menguat masing-masing 0,93 persen dan 1,05 persen.

Volume perdagangan di Asia cenderung tipis karena pasar saham Korea Selatan dan China ditutup menyusul libur nasional. Indeks Hang Seng menguat 0,84 persen.

"Aset berisiko akan mendapatkan dukungan lebih lanjut dari kebijakan akomodatif, yang ditetapkan untuk tetap menjadi tren dalam beberapa waktu, dan tidak hanya di Eropa seperti yang terlihat dalam tren pelonggaran global," kata Esty Dwek, kepala analis pasar global di Natixis, seperti dikutip Reuters.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top