3 Emiten Meneguk Segarnya Bisnis Pengolahan Air

PT Nusantara Infrastructure Tbk., PT Adaro Energy Tbk., dan PT PP (Persero) Tbk. melanjutkan ekspansi proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) pada paruh kedua tahun ini.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 13 September 2019  |  13:25 WIB
3 Emiten Meneguk Segarnya Bisnis Pengolahan Air
Petugas mengecek pompa utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA—Sejumlah emiten sektor infrastruktur terus melebarkan sayap bisnis penyediaan air bersih seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat.

PT Nusantara Infrastructure Tbk. merupakan salah satu emiten konstruksi yang ingin memperdalam ekspansinya di sektor air bersih. Deden Rochmawaty, General Manager Corporate Affairs Nusantara Infrastructure, mengatakan perseroan meningkatkan anggaran investasi di sektor air pada 2019.

“Anggaran dialokasikan naik 10% dibandingkan dengan 2018,” ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Namun, perseroan enggan memaparkan anggaran investasi untuk sektor air bersih pada tahun lalu. Deden menambahkan perseroan melihat air merupakan komoditas utama bagi masyarakat dan kebutuhannya akan terus meningkat, baik di kota besar dan daerah di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini, META memiliki strategi untuk menaikkan kapasitas existing asset yang telah dimiliki saat ini, melihat peluang yang diberikan sektor swasta, serta ikut berpartisipasi dalam proyek-proyek baru melalui skema KPBU, business to business, merger, dan akuisisi.

Sebelumnya, Deden pernah menyebutkan bahwa perseroan bakal mengakuisisi akuisisi 1 proyek air yang sangat besar, tetapi dia tidak menjelaskan secara rinci terkait proyek maupun nilai akuisisinya.

Hanya saja, dari rencana ini diproyeksikan bisa menaikkan kelas perseroan dari pengadaan kapasitas air yang kecil menjadi pengadaan kapasitas air yang sangat besar.

Tahun ini, perseroan menargetkan kapasitas air bersih sebesar 1.800 liter per detik dengan melakukan ekstensifikasi perpipaan dan meningkatkan water treatment plant (WTP).

“Tahun depan, minimal kenaikan dari existing portofolio 15%. Target ini belum termasuk proyek yang sedang dalam proses,” katanya.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, kontribusi sektor air bersih terhadap pemasukan perseroan sebesar 11,12%, sedangkan kontribusi utama masih disumbang sektor jalan tol sebesar 64,61%. Sektor energi terbarukan menyumbang 7,08% dan sektor menara telekomunikasi sebesar 17,18%.

umbulan

PT Adaro Energy Tbk. melalui PT Adaro Tirta Mandiri (Adaro Water) juga berupaya meningkatkan kapasitas infrastruktur perseroan. Saat ini, kapasitas pengelolaan air Adaro Water sebesar 1.220 liter per detik yang tersebar di Gresik, Jawa Timur sebesar 400 lpd, Banjar Baru, Kalimantan Selatan sebesar 500 lpd, dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sebesar 320 lpd.

Pada tahun ini, perseroan menargetkan pengelolaan air sebesar 2.000 lpd. Wito Krisnahadi, Presiden Direktur Adaro Tirta Mandiri (Adaro Water) mengatakan pihaknya bersama-sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. sedang membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) berkapasitas 450 lpd.

“Ditargetkan mulai beroperasi pada 2020,” jelasnya.

Selain membangun infrastruktur air bersih, Adaro Water juga akan memproduksi alat-alat untuk meningkatkan efisiensi dalam water management. Tahun ini Adaro bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK ITB) dalam mengembangkan Smart Water Meter atau alat pencatat air digital. Setelah uji coba di lapangan, rencananya perseroan akan mengembangkan alat ini dengan skala pabrik.

Induk usaha, Adaro Energy, dikabarkan telah menyisihkan dana untuk pengembangan lini Adaro Water. Dalam 4 tahun ke depan, total kucuran dana yang disiapkan mencapai Rp3 triliun.

Sementara itu, PT PP (Persero) Tbk. juga berminat membeli saham anak usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. yang bergerak di sektor SPAM, PT Krakatau Tirta Industri.

Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan perseroan berambisi menjadi perseroan SPAM terbesar. Oleh karena itu, pihaknya berencana melakukan akuisisi entitas yang bergerak di lini tersebut. Perseroan saat ini disebutkan sedang melakukan pembicaraan dengan Krakatau Steel.

Adapun, belum lama ini PTPP melalui anak perusahaannya PT PP Infrastruktur ditetapkan sebagai pemenang pengadaan SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. PP Infrastruktur bersama Maynilad Water Services Inc dan PT Varsha Zamindo Lestari membentuk konsorsium PPMV untuk membangun dan mengelola SPAM tersebut.

Total nilai investasi yang digelontorkan konsorsium sekitar Rp1,6 triliun. Pembangunan SPAM Lintas Kota Pekanbaru-Kabupaten Kampar direncanakan mulai pada 2020 dan air minum mulai mengalir secara bertahap pada 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top