Bertahan Menguat, IHSG Ikuti Laju Bursa Asia pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,21 persen atau 13,31 poin ke level 6.322,26 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,31 persen atau 19,33 poin di level 6.328,28 pagi ini.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 09 September 2019  |  12:43 WIB
Bertahan Menguat, IHSG Ikuti Laju Bursa Asia pada Akhir Sesi I
Karyawan berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Kamis (27 - 4).JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju di zona hijau hingga akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (9/9/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,21 persen atau 13,31 poin ke level 6.322,26 pada akhir sesi I, setelah dibuka dengan penguatan 0,31 persen atau 19,33 poin di level 6.328,28 pagi ini.

Pada perdagangan Jumat (6/9), IHSG ditutup dengan penguatan 0,03 persen atau 2,15 poin ke level 6.308,95.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.306,74-6.333,90.

Enam dari sembilan sektor bergerak positif, dipimpin sektor tambang yang menguat 1,91 persen, disusul sektor perdagangan yang naik 1,02 persen. Di sisi lain, tiga sektor melemah, dipimpin sektor aneka industry yang turun 0,87 persen.

Dari 651 saham yang diperdagangkan, 231 saham menguat, 155 saham melemah, sedangkan 265 saham lainnya stagnan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang masing-masing menguat 2,23 persen dan 1,43 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pada sesi I.

Indeks saham lainnya di Asia bergerak menguat hari ini, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,78 persen dan 0,52 persen, sedangkan indeks Kospi menguat 0,52 persen.

Di China, indeks saham Shanghai Composite dan CSI 300 menguat masing-masing 0,39 persen dan 0,25 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,08 persen.

Bursa Asia bergerak menguat hari ini di tengah suasana pasar yang hati-hati karena investor berharap stimulus untuk mendukung pertumbuhan di ekonomi utama dunia.

Pasar ekuitas global menguat setelah bank sentral China mengurangi rasio pencadangan perbankan perbankan untuk menopang perekonomian yang tertekan oleh konflik perdagangan China-AS.

Menggarisbawahi perlunya lebih banyak stimulus, data pada hari Minggu menunjukkan ekspor China secara tak terduga turun pada bulan Agustus karena pengiriman ke AS anjlok.

Sentimen risiko juga diperkuat setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral akan terus bertindak dengan sesuai untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS.

Penguatan pasar saham yang lebih luas dipengaruhi oleh data ekonomi yang lemah, dengan adanya perlambatan pertumbuhan tenaga kerja AS lebih dari yang diperkirakan pada bulan Agustus, meskipun hal ini dipandang sebagai faktor positif untuk pasar saham.

"Pasar saham biasanya merespon negatif terhadap data yang lemah. Tetapi fakta bahwa laporan pekerjaan AS menunjukkan pasar menerima stimulus dengan positif, mengharapkan The Fed untuk merespons pelemahan ekonomi dengan penurunan suku bunga," kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, Senin (9/9).

Kepercayaan pasar menguat pada hari Senin menyusul ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga pada hari Kamis.

`"Pasar ekuitas akan menerima kenaikan lebih lanjut dan mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini jika mereka dapat mengkonfirmasi sikap dovish ECB," ungkap Ichikawa, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top