Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penawaran SBR008: Animo Investor Bakal Tinggi 

Animo investor terhadap penawaran surat berharga negara ritel seri SBR008 pada Kamis (5/9/2019) diperkirakan tinggi. 
Karyawan memesan surat berharga negara Saving Bond Retail (SBR) seri SBR007 secara online, di Jakarta, Senin (15/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Karyawan memesan surat berharga negara Saving Bond Retail (SBR) seri SBR007 secara online, di Jakarta, Senin (15/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Animo investor terhadap penawaran surat berharga negara ritel seri SBR008 pada Kamis (5/9/2019) diperkirakan tinggi. 
 
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia, Ramdhan Ario Maruto memperkirakan animo investor terhadap penawaran surat berharga negara ritel pada Kamis (5/9/2019) kendati secara tren, tingkat kupon yang ditawarkan lebih rendah. Kementerian Keuangan telah mengumumkan tingkat kupon SBR008 sebesar 7,2%. 
 
Adapun, tingkat kupon ini menjadi tingkat kupon dasar yang diperoleh investor kendati tren suku bunga acuan turun. Sebagai gambaran, saat ini tingkat suku bunga acuan sebesar 5,5% yang telah mengalami penurunan dua kali dari 6%. 
 
Bank Indonesia pun diproyeksikan bakal menurunkan kembali suku bunga acuan, namun investor bakal menerima tingkat kupon 7,2% terlepas dari penurunan suku bunga acuan. Sementara itu, pada seri sebelumnya yakni SBR007 ditawarkan dengan kupon 7,5% yang meraup pemesanan Rp3,21 triliun dan ST005 yang ditawarkan sebulan lalu justru memberikan kupon sebesar 7,4% yang mendapatkan dana Rp1,96 triliun. 
 
Dia memperkirakan pemesanan yang masuk berada di kisaran Rp2 triliun hingga Rp3 triliun. Alasannya, investor mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan bila memilih instrumen seperti deposito. Di sisi lain, SBR008 adalah instrumen ke-8 yang ditawarkan Pemerintah sepanjang tahun ini sehingga investor sudah memiliki pemahaman yang lebih baik. 
 
“Tren kupon yang diterbitkan mengikuti suku bunga yang ada. Untuk instrumen yang nontradeable saya perkirakan Rp2 triliun sampai Rp3 triliun,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (4/9/2019). 
 
Menurutnya, penurunan kupon tak akan mengganggu minat investor. Alasannya, investor memiliki alternatif instrumen investasi yang bisa menambah portofolio dengan nominal transaksi yang cukup terjangkau. Seperti diketahui, minimal transaksi sebesar Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar dengan tenor 2 tahun. 
 
Pemerintah sendiri berencana melakukan 10 kali lelang sepanjang tahun ini. Hingga saat ini, dengan penawaran tujuh instrumen, Pemerintah telah mendapatkan dana sebesar Rp38,32 triliun. 
 
“Responsnya akan cukup bagus karena semakin banyak produk (SBN ritel) keluar, masyarakat semakin mengerti produk ini,” katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper