Ibu Kota Negara Dipindah, Emiten Semen Bakal Moncer

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur dinilai akan mendongkrak prospek emiten semen.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  23:29 WIB
Ibu Kota Negara Dipindah, Emiten Semen Bakal Moncer
Aktivitas pekerja Semen Indonesia di Packing Plant Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/12/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur dinilai dapat menggairahkan prospek emiten semen.

Estimasi dana yang akan digelontorkan pemerintah untuk mega proyek pemindahan ibu kota negara baru tersebut ditaksir Rp466 triliun dengan menyerap 19 persen dana APBN dan 81 persen dana dari BUMN serta investasi swasta.

Pembangunan ibu kota baru tersebut direncanakan akan berlangsung dalam tiga tahapan. Untuk tahap pertama akan dimulai pada periode 2021–2024 dengan target pembangungan istana, kantor lembaga negara (legislatif, eksekutif, & yudikatif).

Sementara itu, tahap kedua akan dimulai pada periode 2025–2029 dengan target pembangunan perumahaan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polisi Republik Indonesia (Polri) serta fasilitas pendidikan, serta pangkalan militer.

Pada pembangunan tahap akhir yang akan dimulai pada 2030–2045 akan dilengkapi taman nasional, konservasi orang utan, klaster pemukiman non-ASN, metropolitan dan wilayah pengembangan terkait dengan wilayah provinsi sekitarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, terdapat tiga emiten produsen semen yang siap menangkap peluang proyek pembangunan ibu kota negara baru tersebu. Ketiganya yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., PT Solusi Bangun Indonesia Tbk., dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

GM Corporate Communication Semen Indonesia Sigit Wahono menilai pemindahan dan pembangunan ibu kota negara baru akan menjadi potensi bagi industri semen dan konstruksi nasional.

Di wilayah Kalimantan, Semen Indonesia Grup memiliki Semen Tonasa yang mempunyai 10 packing plant, salah satunya berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Selain itu, Semen Gresik mengoperasikan 6 packing plant yang 3 di antaranya terletak di wilayah Kalimantan yakni Balikpapan, Banjarmasin, dan Pontianak.

“Semen Indonesia berkomitmen dan siap dalam memenuhi kebutuhan semen dalam pembangunan nasional,” ujarSigit kepada Bisnis, Rabu (28/8/2019).

Senada, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. menyebutkan perseroan siap untuk menangkap peluang proyek ibu kota baru di Kalimantan Timur. Proyek tersebut juga dinilai akan menyerap produk semen dengan skala besar.

Direktur Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto menilai perkiraan alokasi dana untuk pemindahan ibu kota senilai Rp461 triliun akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Dengan demikian, seluruh pembangunan tersebut akan membutuhkan produk semen dengan jumlah yang banyak. Dia menilai bahwa hal tersebut menjadi potensi yang besar untuk produsen semen dalam negeri.

“Ini bisa menjadi salah satu kesempatan yang baik, kami melalui Semen Indonesia Grup akan ikut serta” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/8/2019).

Kendati demikian, Agung mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan seberapa besar pengaruh sentimen positif tersebut terhadap perseroan. Pasalnya, rencana tersebut belum akan terealisasi dalam waktu dekat.

Oleh karena itu perseroan belum memfokuskan ekspansi ke daerah tersebut. Agung menjelaskan bahwa fokus perseroan saat ini adalah melakukan pembenahan kinerja keuangan perseroan.

“SMCB fokus kinerja finansial dulu supaya tidak semakin terpuruk kinerjanya,” ungkap Agung.

Di lain pihak, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos berharap dengan pemindahan ibu kota negara tersebut pemerintah tetap menjalankan kebijaksanaan untuk tidak memberikan izin impor clinker atau semen.

Hal tersebut dimaksudkan aagar pasokan semen dalam negeri dapat terserap lebih efektif selama proses pembangunan ibu kota baru negara. Menurut Antonius pasokan semen dalam negeri lebih dari cukup untuk proyek tersebut.

PT Indocement Tunggal Prakarsa memiliki pabrik semen di Tarjun, Kalimantan Selatan dengan kapasitas terpasang 2,5 juta ton per tahun.

“Kami tentunya siap sedia untuk memasok kebutuhan semen untuk kebutuhan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur,” ujarnya, Rabu.

Senior Vice Presiden Royal Investium Sekuritas Janson Nasrial menilai proyek pemindahan ibu kota negara bakal membuat kinerja emiten semen bakal moncer ke depannya.

Selain proyek infrastruktur, industri properti di daerah tersebut nantinya bakal lebih agresif untuk melakukan pembangunan. Hal tersebut menjadi sentimen positif mengingat sektor properti merupakan kontributor terbesar pendapatan emiten semen.

“Permintaan semen itu kemungkinan besar bisa dua kali lipat dari permintaan semen sekarang,” ujar Janson.

Emiten semen diproyeksikan dapat merasakan imbasnya mulai pertengahan tahun depan. Menurut Janson pengembang properti akan memulai proyeknya pada periode tersebut. Lonjakan permintaan semen diproyeksikan bakal berlangsung hingga lima tahun ke depan.

Menurut Janson, kinerja SMGR dan INTP akan terdongkrak dengan sentimen tersebut, karena kedua emiten produsen semen tersebut memiliki distribusi dan fasilitas yang mumpuni untuk pasokan semen di daerah Kalimantan.

Selain itu, harga batu bara yang melemah dinilai dapat mengurangi beban operasi perseroan, sehingga dapat menjadi tambahan katalis positif untuk emiten semen mendongkrak kinerjanya.

“Sektor semen akan bagus untuk investor yang akan menyimpan dalam jangka panjang,” jelas Janson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah, Emiten Semen

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top